BERITA TERKINI
PGN Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik Versi TIME, Ditopang Engagement Karyawan dan Penguatan ESG

PGN Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbaik Asia-Pasifik Versi TIME, Ditopang Engagement Karyawan dan Penguatan ESG

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menembus daftar 500 perusahaan terbaik Asia-Pasifik versi TIME. Pencapaian tersebut disebut tidak hanya ditopang kinerja keuangan, tetapi juga kekuatan sumber daya manusia serta komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

Dalam pemeringkatan itu, salah satu indikator utama yang dinilai adalah kepuasan karyawan. Berdasarkan survei global 2024, tingkat employee engagement PGN mencapai 87,74 persen dan masuk kategori tinggi. Dari total 2.752 pekerja, tingkat perputaran karyawan tercatat kurang dari 3 persen.

Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam membangun budaya kerja yang adaptif dan kompetitif. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers pada Senin (24/2).

Arief menjelaskan, PGN secara konsisten menerapkan pondasi transformasi perusahaan sejak 2022. Menurutnya, langkah itu membantu PGN mempertahankan kinerja operasional yang positif di tengah dinamika perekonomian global. Strategi yang diterapkan antara lain memperkuat pemanfaatan infrastruktur gas bumi, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjalankan pengelolaan arus kas yang disiplin.

Selain aspek SDM, Arief menyebut parameter lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) menjadi bagian penting dalam penilaian. Ia mengatakan risiko ESG PGN tercatat terus menurun dari tahun ke tahun.

Menurut Arief, evaluasi aspek lingkungan mencakup penurunan emisi karbon pada 2023 dibandingkan 2021. Sementara aspek sosial dan tata kelola meliputi keberagaman direksi, kebijakan hak asasi manusia, implementasi sistem anti-korupsi, serta kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Arief juga menyinggung dampak kebijakan tarif Amerika Serikat pada 2025 yang disebut memicu tekanan ekonomi global. Namun, ia menyatakan kawasan Asia-Pasifik dinilai tetap memiliki proyeksi bisnis yang stabil. Dalam konteks tersebut, PGN dinilai mampu menjaga daya saing sekaligus memperkuat transparansi keberlanjutan.

Lebih lanjut, Arief menyampaikan pengakuan ini mencerminkan kemampuan PGN menghadapi ketidakpastian pasar melalui pengelolaan bisnis yang terukur serta mitigasi risiko yang pruden.