BERITA TERKINI
Perang Hibrida di Eropa: Rusia Dituding Perluas Operasi Rahasia di Negara Pendukung Ukraina

Perang Hibrida di Eropa: Rusia Dituding Perluas Operasi Rahasia di Negara Pendukung Ukraina

Rusia disebut menjalankan dua bentuk konflik secara bersamaan di Eropa. Selain perang bersenjata di Ukraina, Moskow juga dituding mengintensifkan operasi rahasia yang menargetkan negara-negara pendukung pemerintah di Kyiv.

Berbagai alat yang digunakan dalam operasi ini mencakup serangan siber lintas negara, disinformasi, dan propaganda. Di luar ranah digital, taktik yang lebih terlihat juga disebut muncul, seperti pembakaran, sabotase, serta pelanggaran wilayah udara.

Dua pendekatan tersebut kerap dirangkum dalam istilah perang hibrida, yakni strategi yang menggabungkan penggunaan kekuatan dengan tindakan rahasia dan tipu daya untuk melemahkan keamanan serta kesejahteraan negara lain. Seiring Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai menghadapi kesulitan mencapai tujuan strategisnya di Ukraina, pemerintahannya disebut meningkatkan serangan hibrida terhadap sekutu Ukraina.

Salah satu bentuk yang disorot adalah intervensi politik. Pejabat intelijen Barat menyatakan Rusia memiliki strategi untuk secara sistematis melemahkan pemilihan umum dan memengaruhi opini publik di negara-negara yang mendukung Ukraina, antara lain melalui media sosial dan penggunaan agen bayaran di lapangan.

Rusia juga disebut memanfaatkan kelompok bernama Storm-1516 untuk memproduksi video deepfake—yang sering kali dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan—dengan sasaran pemilu di Amerika Serikat dan Eropa. Menurut para ahli keamanan siber, sejumlah video tersebut menjangkau jutaan orang di media sosial dan memuat beragam klaim palsu mengenai kejahatan dan pelanggaran yang dituduhkan kepada pejabat terpilih.