Pengamat politik senior Boni Hargens menilai seruan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad tentang pentingnya persatuan nasional merupakan kekuatan fundamental yang dibutuhkan Indonesia di tengah tekanan dan ketidakpastian global yang kian kompleks. Pernyataan itu disampaikan Boni dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Boni menyatakan dukungannya terhadap penegasan Dasco bahwa Presiden Prabowo Subianto hanya memerlukan satu hal dari seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat sipil, yakni persatuan nasional. Menurutnya, persatuan menjadi landasan agar program-program prioritas pemerintah dapat terwujud demi kesejahteraan rakyat secara merata.
Dalam pandangan Boni, semangat persatuan yang disuarakan Dasco tidak semata-mata untuk kebutuhan domestik. Ia menyebut seruan tersebut juga merupakan respons terhadap tantangan nyata, termasuk fragmentasi sosial di ruang digital serta tekanan geopolitik yang belum mereda.
Boni menyoroti dua krisis geopolitik besar yang dinilainya mengguncang tatanan dunia, yakni perang di kawasan Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina yang belum menemukan penyelesaian. Ia menilai kedua krisis itu berdampak luas, termasuk bagi Indonesia, melalui kenaikan harga komoditas, gangguan rantai pasok global, fluktuasi nilai tukar, hingga ketidakstabilan pasar keuangan internasional.
Ia juga menilai konflik di Timur Tengah dapat memengaruhi harga energi global dan mengancam stabilitas ekonomi negara berkembang. Sementara perang Rusia-Ukraina disebut mengganggu pasokan pangan dan energi dunia, memicu inflasi global, serta mendorong negara-negara memperkuat ketahanan nasionalnya.
Menurut Boni, Indonesia menghadapi tekanan eksternal berupa fluktuasi harga, gangguan rantai pasok, dan tekanan fiskal. Situasi tersebut, kata dia, menuntut respons pemerintah yang cepat dan tepat, sekaligus memerlukan dukungan dari masyarakat. Pada titik ini, persatuan nasional dinilai menjadi kebutuhan yang mendesak.
Boni menekankan pemerintah tidak dapat menghadapi tantangan yang kompleks sendirian. Karena itu, ia menilai dukungan aktif, tulus, dan terorganisir dari masyarakat sipil penting untuk menopang kerja pemerintahan dalam melayani kepentingan seluruh rakyat.
Ia menyebut pemerintahan Presiden Prabowo membutuhkan dukungan nyata masyarakat sipil untuk menghadapi tantangan sekaligus menjalankan agenda pemerintahan yang ditujukan bagi kebaikan bersama. Dukungan tersebut, menurutnya, tidak berarti bersikap pasif atau menerima kebijakan tanpa kritik, melainkan berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Boni juga menyebut tiga program yang memerlukan dukungan masyarakat, yakni ketahanan pangan nasional, pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan, serta penguatan pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menilai kontribusi konkret masyarakat sesuai kapasitas masing-masing merupakan wujud tanggung jawab sebagai warga negara.
Sebelumnya, Dasco mengajak masyarakat sipil memperkuat persatuan nasional karena kekompakan dinilai menjadi kunci jalannya pemerintahan yang baik. Ia menekankan perlunya sumbangsih yang konkret, bukan sekadar wacana.
Dasco juga menilai kondisi masyarakat sipil mulai tidak sehat, terutama di media sosial yang kerap menjadi ruang saling mencaci. Meski demikian, ia menyatakan tidak mempermasalahkan kritik atau masukan dari masyarakat, selama disampaikan dengan dasar nasionalisme dan niat baik agar bersifat konstruktif serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

