Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia, I Putu Yoga Saputra, menyoroti situasi geopolitik global yang dinilainya kian memanas dan berpotensi berdampak pada perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Hal itu disampaikan Yoga saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIII DPN Peradah Indonesia di Rawamangun, Jakarta, Jumat.
Acara tersebut dihadiri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI Ratu Isyana Bagoes Oka. Turut hadir Direktur Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI I Nengah Duija, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Hindu dan pemuda lintas agama.
Yoga mengatakan konflik dan perang kawasan di Timur Tengah menjadi sinyal yang mengkhawatirkan. Menurutnya, perkembangan geopolitik itu menuntut kesiapan seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas nasional karena dampaknya dapat merembet ke kondisi ekonomi global.
“Hari ini kita dihadapkan dengan kondisi geopolitik dunia yang saat ini sedang memanas. Bisa kita saksikan di media massa maupun media sosial, konflik dan perang kawasan yang terjadi di Timur Tengah telah memberi sinyal mengkhawatirkan,” ujar Yoga.
Ia menilai situasi tersebut akan memengaruhi perekonomian dunia dan pada akhirnya turut dirasakan di dalam negeri. “Tentu suka tidak suka situasi ini akan berdampak pada kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia,” lanjutnya.
Kendati demikian, Yoga menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mampu menghadapi tantangan akibat ketidakpastian global. Ia menilai kebijakan diplomasi Presiden menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga posisi Indonesia di tengah situasi yang berubah cepat.
“Namun kami yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut,” kata Yoga. “Kita melihat bagaimana beliau terus membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara. Bagi kami, langkah diplomasi tersebut menjadi modal yang sangat kuat untuk membawa Indonesia melewati masa-masa penuh tantangan akibat situasi global saat ini,” tambahnya.
Selain diplomasi, Yoga juga menyinggung sejumlah program strategis pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga stimulus ekonomi, yang disebutnya sebagai langkah untuk memperkuat kesiapan nasional. Ia menegaskan Peradah berkomitmen mendukung program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, ketahanan pangan, serta program lain yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan ketahanan nasional.
Yoga juga menanggapi kritik dan cemooh yang muncul terhadap berbagai program tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan dinamika yang wajar dalam demokrasi. Ia mendorong program tetap dijalankan selama ditujukan untuk kepentingan masyarakat, sembari menekankan pentingnya evaluasi agar pelaksanaannya tepat sasaran.
“Memang kita mendengar banyak kritik, koreksi, bahkan cemooh terhadap program-program tersebut. Bagi kami hal itu biasa dalam dinamika berdemokrasi. Akan tetapi, selama program itu ditujukan untuk kepentingan rakyat kecil, maka program tersebut harus terus dijalankan. Tentu saja evaluasi dan perbaikan tetap diperlukan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran,” pungkasnya.

