BERITA TERKINI
Pemimpin Eropa Minta Trump Tegaskan Dukungan bagi Ukraina Jelang Pertemuan dengan Putin

Pemimpin Eropa Minta Trump Tegaskan Dukungan bagi Ukraina Jelang Pertemuan dengan Putin

Para pemimpin Eropa mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menegaskan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa kepentingan Ukraina harus dipertahankan dan keamanan Eropa tidak boleh dikompromikan. Desakan itu muncul menjelang pertemuan Trump dan Putin yang dijadwalkan berlangsung di Alaska pada Jumat, 15 Agustus, dengan agenda membahas upaya mengakhiri konflik Rusia-Ukraina yang telah memasuki tahun ketiga.

Meski tidak ada pemimpin Eropa maupun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang diundang ke Alaska, sejumlah langkah Trump dinilai menunjukkan Eropa masih memiliki pengaruh. Di antaranya, panggilan video Trump dengan para pemimpin Eropa serta pernyataannya yang berjanji akan mencoba merebut kembali sebagian wilayah bagi Ukraina.

Uni Eropa kini menjadi sumber utama dukungan finansial dan militer bagi Ukraina. Selain itu, blok tersebut juga memegang aset Rusia senilai puluhan miliar euro yang dibekukan, yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam proses menuju perdamaian jangka panjang.

Dalam pernyataan yang dirilis Selasa pagi, 12 Agustus, sebanyak 26 dari 27 negara anggota Uni Eropa—tanpa Hungaria—menyatakan menyambut upaya Trump untuk mengakhiri apa yang mereka sebut sebagai perang agresi Rusia terhadap Ukraina. Seorang juru bicara Komisi Eropa menambahkan bahwa pihaknya bekerja bersama Ukraina agar kepentingan negara itu tetap menjadi perhatian dalam pertemuan pada Jumat.

Namun, para pemimpin Eropa menegaskan bahwa jalan menuju perdamaian di Ukraina tidak dapat diputuskan tanpa keterlibatan Ukraina. Mereka juga menekankan prinsip bahwa perbatasan internasional tidak boleh diubah dengan kekerasan.

Sejumlah agenda terkait tekanan terhadap Rusia turut dibahas di Eropa. Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut pembicaraan pada Rabu ini akan mencakup opsi untuk menekan Rusia, kemungkinan pembicaraan damai, klaim teritorial, serta jaminan keamanan.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, setelah pertemuan darurat para menteri luar negeri Eropa pada Senin, menekankan bahwa tidak ada konsesi yang boleh dibahas sebelum Rusia menyetujui gencatan senjata penuh. Menurut dia, urutan langkah menjadi kunci, dimulai dari gencatan senjata tanpa syarat dengan sistem pemantauan yang kuat serta jaminan keamanan yang kokoh.

Kallas juga menyatakan Uni Eropa akan menyiapkan paket sanksi baru, melanjutkan dukungan finansial untuk Ukraina, dan mendorong proses keanggotaan Ukraina di Uni Eropa.