BERITA TERKINI
Eks Dubes RI untuk Iran: Serangan AS-Israel Terjadi Saat Teheran Masih Mengandalkan Jalur Diplomasi

Eks Dubes RI untuk Iran: Serangan AS-Israel Terjadi Saat Teheran Masih Mengandalkan Jalur Diplomasi

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, menilai Iran mengalami kecolongan strategis saat diserang secara besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel. Menurut Dian, serangan itu terjadi ketika Iran masih mengharapkan ruang kompromi melalui dialog diplomatik.

Dian mengatakan harapan terhadap proses diplomasi membuat Iran tidak berada dalam kondisi siaga penuh untuk mengantisipasi kemungkinan serangan. Ia menyebut serangan berlangsung di tengah proses diplomasi nuklir yang sedang berjalan antara Iran dan Amerika Serikat.

“Iran diserang duluan. Diserang duluan ini memang kecolongan,” kata Dian dalam program Breaking News Metro TV, Senin, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, serangan menargetkan sejumlah kota utama, termasuk Teheran, Isfahan, dan Tabriz. Dian juga menyebut serangan terjadi ketika masyarakat Iran sedang menjalankan ibadah Ramadan, yang menurutnya turut memengaruhi kesiapsiagaan nasional.

Dian menilai momentum tersebut dimanfaatkan oleh pihak penyerang. Ia menyatakan Iran saat itu masih melihat peluang perdamaian melalui perundingan nuklir yang berlangsung di Jenewa, Swiss. Proses diplomasi tersebut, menurutnya, membentuk persepsi bahwa situasi masih berada dalam jalur negosiasi sehingga Iran tidak menduga akan terjadi aksi militer besar.

“Amerika dan Israel secara licik menyerang. Apalagi serangan Israel langsung begitu brutal menyasar sasaran sipil sejak awal,” ujar Dian.

Sementara itu di Washington, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan terus menggempur Iran dengan kekuatan penuh, namun tetap membuka opsi dialog dengan Teheran.