JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan proses belajar mengajar di sekolah harus tetap berjalan tatap muka dan berlangsung optimal di tengah krisis global. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 24 Maret 2026.
Pratikno mengatakan penegasan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat, 13 Maret 2026. Dalam arahan itu, Presiden menekankan krisis global perlu dijadikan momentum untuk mempercepat transformasi nasional.
Menurut Pratikno, selain swasembada pangan dan energi, pemerintah memberi perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Khusus di bidang pendidikan, sesuai hasil koordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag, Menko PMK menyampaikan pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa. Proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss,” kata Pratikno, dikutip dari situs resmi Kemenko PMK.
Ia menambahkan, layanan medis esensial juga harus tetap beroperasi secara normal.
Pratikno menyebut sebelumnya sempat ada diskusi mengenai penerapan metode hybrid luring-daring. Namun, pembelajaran daring tidak dinilai sebagai urgensi saat ini karena pemerintah ingin menjaga kualitas pendidikan siswa.
Ia juga menegaskan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas, termasuk program revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda. Karena itu, Pratikno meminta percepatan peningkatan kualitas pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Di luar sektor pendidikan, Pratikno menyampaikan instruksi percepatan transformasi pemerintahan melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), peningkatan kinerja birokrasi dan pelayanan publik, efisiensi, optimalisasi rapat daring, serta penerapan flexible working arrangement (FWA) secara terukur.
“Pelayanan masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus diperkuat dengan cara-cara lebih cerdas dan efisien,” pungkas Pratikno.

