Pemerintah Indonesia menyiapkan strategi mitigasi baru untuk menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah ancaman krisis energi global. Langkah ini dibahas dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan melibatkan pimpinan legislatif serta menteri terkait.
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pertemuan pada Rabu (4/3) itu membahas potensi gangguan pasokan minyak akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Menurut Dasco, pembahasan tidak hanya menyangkut kondisi stok, tetapi juga mencakup skema penyelamatan yang akan dijalankan apabila Indonesia mengalami kesulitan memperoleh pasokan dari sumber utama.
Dasco menyebut strategi yang disusun dalam rapat tersebut sebagai langkah yang “bagus” dan menyatakan pemerintah akan segera mengumumkannya secara resmi. DPR, kata dia, juga berkomitmen mengawal implementasi langkah strategis itu agar masyarakat tidak terdampak gejolak eksternal yang tidak terduga.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan BBM dalam negeri masih stabil. Di Jakarta pada Senin (2/3), Bahlil menyebut stok yang tersedia diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga pekan ke depan meski situasi global memanas.
Bahlil juga menegaskan distribusi BBM, khususnya jenis bersubsidi, tetap berjalan normal di seluruh wilayah Indonesia. Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya koreksi harga minyak dunia apabila konflik di kawasan Teluk berlanjut dan mengganggu rantai pasok global.
Pemerintah menyatakan detail strategi mitigasi tersebut akan disampaikan dalam waktu dekat, seiring koordinasi antarlembaga untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

