BERITA TERKINI
Pemerintah Siapkan Pembangunan Storage Baru untuk Tingkatkan Cadangan BBM hingga 90 Hari

Pemerintah Siapkan Pembangunan Storage Baru untuk Tingkatkan Cadangan BBM hingga 90 Hari

Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global, menyusul fenomena perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) baru guna menambah kapasitas cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional.

Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan terbatas Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Kamis, 5 Maret 2026. Dalam rapat itu, pemerintah menyepakati rencana pembangunan tempat penyimpanan baru yang ditargetkan mampu menampung cadangan minyak selama 90 hari atau setara tiga bulan.

Langkah ini dikaitkan dengan penutupan Selat Hormuz yang disebut terjadi imbas peperangan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilintasi sekitar 20% minyak dunia, sehingga penutupan jalur ini dinilai dapat mengganggu pasokan minyak mentah global dan berpotensi memicu lonjakan harga minyak.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, hingga saat ini cadangan minyak Indonesia baru dapat bertahan sekitar 20 hingga 25 hari. Menurutnya, kondisi itu belum ideal mengingat situasi geopolitik yang tidak stabil.

"Bukan karena kita tidak mau menambah stok BBM saat ini, tapi kita bingung mau taruuh dimana. Wong kita tidak punya storage yang memadai dan itu sekarang kekurangan kita saat ini," ujar Bahlil kepada wartawan usai rapat terbatas di Jakarta.

Presiden Prabowo menekankan bahwa penambahan fasilitas penyimpanan minyak perlu menjadi prioritas utama untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Pemerintah menyatakan pembangunan storage baru ini ditujukan untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat.