Pemerintah dan pelaku usaha didorong segera menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi krisis global yang dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah. Salah satu fokus utama ialah memastikan industri dalam negeri yang bergantung pada bahan baku impor dari kawasan tersebut tidak mengalami gangguan hingga terhenti beroperasi.
Dalam situasi ketidakpastian, pemerintah dan dunia usaha diharapkan duduk bersama untuk mencari solusi. Opsi yang disoroti antara lain mencari sumber bahan baku dari kawasan lain atau menyiapkan bahan baku alternatif agar industri tidak mengalami kondisi “mati suri”.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada pasokan minyak mentah untuk kilang di dalam negeri. Upaya mencari pasokan minyak dari wilayah lain dinilai perlu dilakukan secepatnya guna mencegah kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan.
Para pejabat yang menangani kebijakan fiskal dan moneter juga diharapkan terus mencermati dampak negatif dari eskalasi konflik tersebut. Skenario terburuk jika konflik meluas diminta untuk diantisipasi sejak dini agar respons kebijakan dapat disiapkan lebih cepat.
Langkah-langkah mitigasi dianggap penting agar konflik di Timur Tengah tidak menekan pertumbuhan ekonomi dan memperburuk kondisi masyarakat. Para menteri diminta mencari solusi terbaik untuk mencegah industri kolaps sekaligus menekan risiko terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar.

