BERITA TERKINI
Pelatih U-23 China Usai Dibantai Jepang 0-4 di Final AFC U-23 2026: Skor Terlalu Telak, tetapi Inilah Sepak Bola

Pelatih U-23 China Usai Dibantai Jepang 0-4 di Final AFC U-23 2026: Skor Terlalu Telak, tetapi Inilah Sepak Bola

Pelatih tim U-23 China, Antonio Puche, menyampaikan kekecewaannya setelah timnya kalah 0-4 dari Jepang pada final Kejuaraan AFC U-23 2026, Jumat (25/1) pagi. Dalam konferensi pers seusai laga, pelatih asal Spanyol itu menilai skor akhir terlalu besar, namun mengakui Jepang tampil lebih kuat.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada tim Jepang atas kemenangan kejuaraan ini. Secara pribadi, saya pikir skornya terlalu tinggi, tetapi itulah sepak bola. Mereka memiliki pemain yang sangat bagus dan merupakan tim yang benar-benar kuat,” kata Puche.

Puche juga menegaskan kekalahan di partai puncak bukan sesuatu yang mudah diterima. Meski demikian, ia menolak menyalahkan para pemainnya dan menyatakan tetap bangga terhadap timnya.

“Ini adalah pertandingan yang sangat sulit bagi kami. Ketika Anda kalah di final, sulit untuk merasa bahagia. Namun, yang terpenting adalah saya sangat bangga dengan tim ini dan para pemain saya,” ujarnya.

Selain faktor kualitas lawan, Puche menyinggung kondisi tim yang tidak ideal menjelang pertandingan. Ia menyebut gelandang Baihelamu mengalami demam selama dua hari sebelum final, dengan suhu tubuh mencapai 38–39 derajat Celcius. Menurutnya, situasi itu membuat pemain tersebut sulit tampil optimal sepanjang 90 menit.

“Sangat sulit bagi pemain yang sakit untuk bermain selama 90 menit penuh,” kata Puche.

Ketika diminta menilai performa timnya, Puche kembali menekankan adanya perbedaan level antara Jepang dan China. Ia menyebut para pemainnya sudah berupaya maksimal meski hasil akhir tidak berpihak.

“Ketika kalah, Anda tidak bisa senang. Tetapi kita perlu melihatnya secara seimbang. Anda harus memahami perbedaan antara tim Jepang dan tim Tiongkok. Meskipun demikian, para pemain saya telah berusaha sebaik mungkin,” ucapnya.

Puche menilai dua gol pertama yang bersarang ke gawang timnya menjadi titik balik penting dalam pertandingan. Walau demikian, ia mengatakan timnya tetap berjuang hingga akhir laga.

“Bagi saya, dua gol pertama sangat sulit, sungguh sangat sulit. Namun, seluruh tim tetap berjuang hingga menit terakhir,” katanya.

Ia juga menyebut detail kecil sangat memengaruhi hasil final, termasuk situasi penalti di awal babak kedua serta benturan di area penalti. Menurutnya, momen-momen krusial seperti itu kerap menentukan dalam laga bertekanan tinggi.

Menutup pernyataannya, Puche mengatakan para pemainnya memiliki keinginan kuat untuk menang dan mencetak gol, tetapi mengingatkan bahwa dalam sepak bola kekalahan harus diterima.

“Para pemain saya selalu ingin menang, mereka ingin berjuang untuk memenangkan pertandingan dan mencetak gol. Tapi itulah sepak bola; ketika kalah, Anda harus menerima lawan dan hasilnya,” ujarnya.