Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan otoritas de facto Houthi di Yaman kembali menahan satu staf PBB pada Senin (27/10). Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, dalam taklimat harian di Markas PBB, New York.
Dujarric mengatakan penahanan terbaru itu terjadi setelah lima staf PBB lain ditahan dalam beberapa hari terakhir, termasuk dua staf perempuan. Dengan perkembangan tersebut, jumlah staf PBB yang ditahan dilaporkan mencapai sedikitnya 59 orang, dengan sebagian di antaranya disebut telah ditahan selama bertahun-tahun.
PBB kembali menyampaikan kecaman keras terhadap praktik penahanan sewenang-wenang yang disebut terus dilakukan oleh Houthi.
Dalam perkembangan terkait, Dujarric menyebut anggota keamanan Houthi sempat memasuki sejumlah kantor PBB di Sanaa pada Minggu (26/10) dan dalam beberapa hari terakhir. Mereka dilaporkan menyita aset serta peralatan teknologi informasi dan komunikasi.
PBB menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat terhadap seluruh personelnya, serta personel organisasi nonpemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan misi diplomatik. Dujarric menegaskan mereka harus dihormati dan dilindungi sesuai hukum internasional yang berlaku.

