BERITA TERKINI
Pariwisata Vietnam Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Penerbangan Naik, Agen Perjalanan Siapkan Strategi Mitigasi

Pariwisata Vietnam Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Penerbangan Naik, Agen Perjalanan Siapkan Strategi Mitigasi

Sektor pariwisata Vietnam tengah menghadapi tekanan baru seiring memanasnya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada penerbangan dan perjalanan internasional. Sejumlah pelaku industri menilai situasi ini menjadi tantangan terbesar sejak pandemi Covid-19, terutama karena kenaikan biaya bahan bakar dan gangguan rute penerbangan yang berimbas pada harga paket wisata.

Analis Oxford Economics memperingatkan penurunan jumlah wisatawan ke Timur Tengah berpotensi memicu guncangan ekonomi serius. Di sisi lain, pelaku perjalanan di Vietnam memandang kawasan tersebut sebagai pasar strategis yang dalam beberapa tahun terakhir semakin digarap, baik karena perannya sebagai pusat transit udara global maupun sebagai sumber wisatawan berpenghasilan tinggi. Timur Tengah juga dinilai memiliki konektivitas yang nyaman ke Eropa, Afrika, dan Asia Selatan.

Konflik yang berlangsung membuat tekanan langsung pada sektor penerbangan. Sejumlah wilayah udara di beberapa negara dilaporkan dibatasi atau ditutup, sehingga banyak penerbangan yang biasanya transit melalui Dubai, Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Doha (Qatar), dan kota-kota lain terpaksa mengubah jadwal atau dibatalkan. Pada saat yang sama, lonjakan harga bahan bakar mendorong kenaikan biaya layanan transportasi yang terkait dengan pariwisata.

Wakil Ketua Asosiasi Pariwisata Hanoi, Nguyen Tien Dat, mengatakan maskapai menyesuaikan dan menaikkan biaya tambahan bahan bakar, yang berujung pada kenaikan signifikan harga tiket pesawat domestik dan internasional. Untuk penerbangan internasional, kenaikan disebut berada di kisaran 10–20%, sementara beberapa rute jarak jauh dapat meningkat hingga 50%. Dampak serupa juga terjadi pada transportasi penumpang lain, dengan sejumlah perusahaan mengumumkan penyesuaian tarif yang meningkatkan harga tiket sekitar 10–20%.

Menurut Dat, kenaikan harga layanan penerbangan dan transportasi menjadi tantangan bagi agen perjalanan dan perlu ditangani secara cermat agar tidak memengaruhi psikologi wisatawan.

Di tengah peningkatan biaya, pelaku industri mencatat adanya pergeseran tren perjalanan. Kenaikan harga tiket pesawat internasional mendorong kecenderungan wisatawan memilih perjalanan yang lebih singkat dan penerbangan yang lebih pendek, dengan mempertimbangkan destinasi yang lebih hemat biaya dan fleksibel.

Kepala komunikasi Flamingo Redtours, Vu Bich Hue, menyebut fluktuasi terbaru meningkatkan biaya bahan bakar dan operasional maskapai, yang langsung memengaruhi struktur biaya paket wisata. Karena itu, perusahaan berupaya meminimalkan risiko sekaligus menstabilkan kepercayaan wisatawan. Hue mengatakan pihaknya menjaga harga tetap wajar dengan mengoptimalkan biaya operasional serta memperkuat kerja sama dengan mitra seperti maskapai dan hotel agar wisatawan memperoleh harga terbaik.

Hue juga menilai situasi keamanan dan politik yang tidak stabil di sejumlah negara mendorong wisatawan mencari destinasi yang aman, ramah, memiliki layanan baik, dan pemandangan menarik. Kondisi ini dipandang sebagai peluang untuk menarik lebih banyak pengunjung internasional ke Vietnam.

Meski tekanan terasa, para ahli menilai dampak saat ini terutama terkonsentrasi pada rute yang terhubung ke atau transit melalui Timur Tengah, terutama pada sejumlah rute menuju Eropa. Dampaknya dinilai belum meluas karena maskapai telah menyesuaikan rute alternatif. Sementara itu, pasar terdekat dan intra-kawasan di Asia disebut masih stabil.

Dari sisi mitigasi, Direktur Pemasaran dan Komunikasi Vietluxtour Travel, Tran Thi Bao Thu, mengatakan perusahaannya mengendalikan harga tur melalui kerja sama lebih awal dengan mitra dan optimalisasi biaya sehingga tidak terjadi fluktuasi besar. Jika muncul kondisi tak terduga, perusahaan akan menginformasikan pelanggan secara transparan sebelum layanan dijalankan, memastikan hak pelanggan sesuai kontrak, serta menyesuaikan sebagian rute penerbangan secara fleksibel tanpa mengganggu pengalaman perjalanan.

Bao Thu menyebut perusahaan menerapkan tiga kelompok solusi sekaligus, yakni meninjau seluruh kelompok penumpang, memperbarui informasi dari maskapai dan mitra untuk mengurangi risiko, serta mendiversifikasi rute dan tujuan penerbangan agar tidak bergantung pada rute atau area transit tertentu.

Dalam menghadapi fluktuasi pasar, agen perjalanan juga mengarahkan wisatawan ke pasar yang dinilai lebih aman dengan biaya yang lebih stabil dan dampak krisis yang lebih kecil. Nguyen Tien Dat menyebut sejumlah pasar yang menjanjikan untuk digarap pada periode ini antara lain Tiongkok, Asia Tenggara, serta Asia Timur Laut seperti Jepang dan Korea Selatan.

Asosiasi Pariwisata Vietnam menekankan bahwa pariwisata sebagai industri jasa komprehensif sangat rentan terhadap faktor eksternal seperti keamanan, politik, dan bencana alam. Ketua Asosiasi Pariwisata Vietnam, Vu The Binh, menilai fluktuasi pada aspek keamanan, ekonomi, dan sosial memang menghadirkan tantangan besar, namun sekaligus menguji kemampuan manajemen dan adaptasi pelaku usaha. Ia mendorong bisnis pariwisata meningkatkan kemampuan peramalan, pengelolaan, serta respons risiko dalam berbagai situasi, sambil tetap memastikan keselamatan dan hak-hak pelanggan.