KTT ASEAN ke-48 resmi dibuka di Provinsi Cebu, Filipina, Jumat (8/5). Pertemuan para pemimpin negara Asia Tenggara ini menempatkan ketahanan energi, ketahanan pangan, serta keselamatan warga negara ASEAN di berbagai belahan dunia sebagai prioritas utama.
Dalam upacara pembukaan, Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos selaku ketua ASEAN 2026 mengatakan bahwa KTT digelar di tengah tantangan yang cukup besar. Ia menyoroti situasi yang semakin tidak stabil di Timur Tengah yang berdampak pada negara-negara ASEAN, di tengah ketidakpastian besar yang mengancam gaya hidup, mata pencaharian, dan kehidupan masyarakat.
KTT beserta rangkaian pertemuan terkait yang berlangsung Kamis (7/5) hingga Jumat itu diselenggarakan ketika biaya energi meningkat dan harga-harga naik di seluruh negara anggota. Kondisi tersebut turut disertai gangguan yang meluas di berbagai sektor serta meningkatnya risiko keamanan bagi warga negara ASEAN di Timur Tengah.
Selain isu ketahanan energi dan pangan, para pemimpin ASEAN juga dijadwalkan membahas dukungan terhadap integrasi penuh Timor-Leste ke dalam blok regional serta perkembangan terbaru di Myanmar.
ASEAN dibentuk pada 1967 dan beranggotakan Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Timor-Leste yang bergabung pada KTT ASEAN ke-47 di Malaysia pada Oktober tahun lalu.