Isu ketahanan pangan dan energi menjadi salah satu pembahasan utama dalam KTT ke-48 ASEAN yang digelar di Cebu, Filipina, di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan dampak konflik di Timur Tengah terasa terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, situasi tersebut turut memengaruhi stabilitas pasokan dan harga, sehingga memperkuat urgensi langkah antisipatif di tingkat nasional maupun regional.
Menanggapi tantangan itu, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo disebut terus mendorong program energi alternatif serta upaya swasembada beras sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi dan pangan.
Dalam forum yang sama, negara-negara ASEAN juga menyepakati penguatan kerja sama untuk keamanan pasokan minyak bumi. Selain itu, dibahas pula mekanisme cadangan beras darurat bersama Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi gangguan pasokan di kawasan.