Industri penerbangan global menghadapi tekanan besar seiring memburuknya krisis bahan bakar jet (avtur). Lonjakan harga avtur yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong sejumlah maskapai memangkas jadwal penerbangan hingga membatalkan ribuan rute internasional.
Sepanjang Mei 2026, lebih dari 13.000 penerbangan global dilaporkan dibatalkan. Dampaknya, jutaan kursi penerbangan hilang dari pasar dan memunculkan kekhawatiran terjadinya kekacauan transportasi udara menjelang musim liburan musim panas di Eropa dan Amerika Utara.
Sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak karena porsi biaya bahan bakar dapat mencapai seperempat dari total pengeluaran operasional maskapai. Di Amerika Serikat, maskapai menghabiskan lebih dari US$5 miliar untuk bahan bakar hanya pada Maret 2026.
Kondisi ini disebut sebagai krisis terbesar industri aviasi sejak pandemi COVID-19. Kekhawatiran turut meningkat setelah sejumlah bandara di Eropa mulai menghadapi risiko kekurangan pasokan avtur.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Jerman dilaporkan meminta bantuan pasokan bahan bakar jet dari Israel untuk menjaga stabilitas operasional penerbangan selama krisis berlangsung.