BERITA TERKINI
Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak dan Panic Buying, Antrean SPBU Muncul di Sejumlah Negara

Konflik Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Minyak dan Panic Buying, Antrean SPBU Muncul di Sejumlah Negara

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran memicu gejolak di pasar energi global. Konflik tersebut berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan memunculkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi internasional.

Berdasarkan sejumlah laporan, harga minyak mentah Brent naik USD1,72 atau sekitar 2,1 persen menjadi USD83,12 per barel pada perdagangan Kamis, 5 Maret 2026. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat USD1,95 atau sekitar 2,6 persen ke level USD76,61 per barel.

Kondisi ini menandakan pasar minyak kian ketat, terutama setelah pemerintah Tiongkok meminta sejumlah kilang besar menghentikan ekspor diesel dan bensin. Dampaknya, gangguan pasokan mulai dirasakan di Asia.

Dua kilang minyak di Tiongkok dan India dilaporkan menghentikan sebagian operasinya. Situasi ini dikaitkan dengan tingginya ketergantungan pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah.

Tekanan pasokan juga mendorong kontrak berjangka diesel Eropa melonjak ke level tertinggi sejak Oktober 2022, mencapai sekitar USD1.130.

Di tengah kenaikan harga energi dan ancaman gangguan pasokan, fenomena panic buying bahan bakar dilaporkan terjadi di beberapa negara. Di Korea Selatan, media Yonhap melaporkan kekhawatiran terhadap konflik Timur Tengah disebut turut menekan ekonomi domestik.

Situasi serupa terjadi di Australia. Di kota Perth, ribuan pengendara dilaporkan mengantre panjang di SPBU untuk mengisi bahan bakar. Perdana Menteri Australia Barat, Roger Cook, meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan menegaskan pasokan energi masih tersedia.

Panic buying juga dilaporkan di Inggris, terutama di kota-kota besar seperti London, Manchester, dan Liverpool. Sejumlah warga disebut harus menunggu lebih dari satu jam untuk mendapatkan bahan bakar.

Di Indonesia, antrean kendaraan di sejumlah SPBU dilaporkan meningkat dalam dua hari terakhir di Lamongan dan Aceh. Mayoritas antrean didominasi kendaraan roda dua, meski mobil pribadi juga terlihat lebih ramai dibanding hari biasa.

Kekhawatiran global ini disebut sebagai dampak dari langkah Iran menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.