Anggota Komisi IX DPR Muh Haris menegaskan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di tengah krisis global. Ia menyatakan negara tidak boleh abai terhadap nasib pekerja migran, terutama ketika situasi geopolitik dan ekonomi memicu ketidakpastian kerja.
“Negara tidak boleh abai terhadap nasib pekerja migran,” kata Haris di Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026. Menurutnya, negara harus hadir secara kuat menghadapi dinamika global yang berpotensi memengaruhi keamanan dan keberlanjutan pekerjaan PMI. Ia menekankan perlindungan PMI perlu menjadi prioritas utama dalam kondisi saat ini.
Haris juga menyoroti peran pekerja migran sebagai pilar penting perekonomian nasional. Ia menyebut kontribusi remitansi pada 2025 mencapai Rp288 triliun, meningkat 14 persen. Nilai tersebut, kata Haris, setara hampir 11 persen cadangan devisa nasional dan turut menggerakkan ekonomi masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Meski demikian, Haris mengingatkan adanya tantangan serius yang dihadapi PMI seiring perkembangan situasi global. Ia menyebut konflik dan pembatasan di negara tujuan dapat meningkatkan risiko keselamatan pekerja migran.
Selain faktor geopolitik, Haris menilai transformasi teknologi juga berpengaruh terhadap peluang kerja, terutama pada sektor-sektor tradisional. Ia menambahkan daya saing tenaga kerja Indonesia masih rendah di pasar global, sehingga perlindungan dan perhatian negara dinilai semakin penting.