BERITA TERKINI
Komisi Eropa: Konflik Timur Tengah Picu Krisis Energi Terburuk dalam Sejarah Global

Komisi Eropa: Konflik Timur Tengah Picu Krisis Energi Terburuk dalam Sejarah Global

Seorang pejabat Komisi Eropa menyatakan dunia sedang menghadapi krisis energi paling serius dalam sejarah global, yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (5/5) dalam konferensi pers di Brussels, Belgia.

Komisaris Eropa untuk Energi dan Perumahan, Dan Jorgensen, mengatakan krisis tersebut menguji ketahanan ekonomi, masyarakat, serta kemitraan internasional. Ia menyebut situasi saat ini sebagai “krisis energi terparah yang pernah ada.”

Jorgensen, yang juga mantan menteri pertanian Denmark, menyampaikan bahwa negara-negara Uni Eropa telah mengeluarkan dana sebesar 30 miliar euro untuk impor bahan bakar minyak sejak konflik di Timur Tengah dimulai. Namun, menurutnya, pengeluaran itu tidak disertai tambahan pasokan.

Dalam perkembangan terkait jalur distribusi energi, pada 13 April Angkatan Laut Amerika Serikat mulai memblokade lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz. Selat Hormuz disebut menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) dunia.

Amerika Serikat menyatakan kapal non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar pungutan kepada Teheran.