KUTAI TIMUR — Kodim 0909/Kutai Timur (Kutim) mendorong percepatan program cetak sawah rakyat sebagai langkah strategis menghadapi dampak krisis energi global yang memicu inflasi dan mengganggu distribusi logistik. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Program tersebut dijalankan sebagai respons atas kenaikan harga pupuk, bahan bakar, serta biaya distribusi pangan yang dipicu gejolak energi dunia. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memengaruhi ketersediaan bahan pangan di daerah.
Selain membuka lahan baru, program cetak sawah rakyat juga menekankan peningkatan kualitas produksi melalui penerapan teknik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, target luasan sementara program mencapai 553 hektare. Lokasi pengembangan tersebar di sejumlah wilayah yang dinilai potensial untuk pertanian padi, yakni Kecamatan Long Mesangat, Sepaso, dan Karaitan.
Komandan Kodim 0909/Kutim Letkol Arh Ragil S Yulianto menegaskan ketahanan pangan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Gejolak energi dunia berdampak langsung pada sektor pertanian. Karena itu, kami hadir untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan yang cukup dan stabil,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, program ini tidak hanya ditujukan untuk memperluas areal tanam, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.
“Kita ingin Kutai Timur bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Jika produksi lokal kuat, maka kita tidak mudah terdampak oleh kondisi eksternal,” katanya.
Seiring pelaksanaan program, produksi padi di sejumlah wilayah disebut mulai menunjukkan peningkatan. Dampaknya, ketersediaan beras di tingkat lokal ikut terbantu, sekaligus mendukung upaya menekan biaya distribusi yang selama ini dinilai cukup tinggi.

