BERITA TERKINI
Kodim 0909 Kutai Timur Dorong Percepatan Cetak Sawah Rakyat 553 Hektare untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Kodim 0909 Kutai Timur Dorong Percepatan Cetak Sawah Rakyat 553 Hektare untuk Perkuat Ketahanan Pangan

KUTAI TIMUR — Kodim 0909/Kutai Timur (Kutim) mendorong percepatan program cetak sawah rakyat sebagai langkah strategis menghadapi dampak krisis energi global yang memicu inflasi dan mengganggu distribusi logistik. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Program tersebut dijalankan sebagai respons atas kenaikan harga pupuk, bahan bakar, serta biaya distribusi pangan yang dipengaruhi gejolak energi dunia. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memengaruhi ketersediaan bahan pangan di daerah.

Selain membuka lahan baru, program ini juga menekankan peningkatan kualitas produksi melalui penerapan teknik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, cetak sawah rakyat menargetkan luasan sementara 553 hektare. Lokasi pengembangan tersebar di sejumlah wilayah yang dinilai potensial, yakni Kecamatan Long Mesangat, Sepaso, dan Karaitan.

Komandan Kodim 0909/Kutim, Letkol Arh Ragil S Yulianto, menyatakan ketahanan pangan menjadi salah satu pilar penting untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian situasi global.

“Gejolak energi dunia berdampak langsung pada sektor pertanian. Karena itu, kami hadir untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan yang cukup dan stabil,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan luas tanam, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang guna mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.

“Kita ingin Kutai Timur bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Jika produksi lokal kuat, maka kita tidak mudah terdampak oleh kondisi eksternal,” katanya.

Seiring pelaksanaan program, produksi padi di sejumlah wilayah disebut mulai menunjukkan peningkatan. Dampaknya, ketersediaan beras di tingkat lokal bertambah dan biaya distribusi yang selama ini tinggi dapat terbantu ditekan.