BERITA TERKINI
Jendi Pangabean Sabet Tujuh Emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand

Jendi Pangabean Sabet Tujuh Emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand

Nakhon Ratchasima, Thailand — Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean, meraih tujuh medali emas pada ASEAN Para Games 2025 di Nakhon Ratchasima. Torehan tersebut menjadikannya penyumbang medali terbanyak bagi kontingen Indonesia.

Jendi mengoleksi lima emas dari nomor individu dan menambah dua emas dari nomor estafet beregu. Capaian ini melampaui rekornya pada edisi-edisi sebelumnya di ajang olahraga tingkat Asia Tenggara.

“Saya merasa senang sekaligus bangga, karena target pribadi sudah tercapai. Dari awal, saya memang berharap bisa menyapu bersih medali emas di nomor individu. Saya cukup puas dengan capaian di ASEAN Para Games 2025 ini,” kata Jendi Pangabean Akmal, Minggu, 25 Januari 2026.

Sebelumnya, Jendi pernah meraih lima emas di Malaysia serta lima emas pada edisi di Solo. Atlet berusia 34 tahun ini juga mencatat enam emas dan satu perunggu saat berlaga di Kamboja.

Menurut Jendi, konsistensi performanya ditopang oleh kedisiplinan menjalani jadwal latihan dan menjaga asupan makanan harian. Dukungan keluarga juga disebut menjadi sumber motivasi saat bertanding.

“Kunci menjaga konsistensi adalah kedisiplinan. Sebagai seorang atlet yang sudah masuk pelatnas, saya tentu memiliki tanggung jawab untuk memenuhi target. Bagi saya, kedisiplinan nomor satu. Setiap asupan yang masuk ke tubuh harus diperhatikan. Dukungan keluarga juga amat penting,” ujarnya.

Jendi menyampaikan medali-medali yang diraih dipersembahkan secara khusus kepada istri dan anaknya. Sang istri, Hana Resti, tidak dapat ikut ke Thailand karena harus mengurus putra mereka yang masih bayi.

“Terakhir kali di Kamboja dia bisa mendapatkan tiga emas dan satu perak. Tapi, di APG Thailand ini, dia tidak bisa ikut karena harus mengurus anak. Menurut saya, justru dia pengorbanannya lebih besar dari saya. Secara spesial, medali-medali ini saya persembahkan untuk istri dan anak saya,” ucap Jendi.

Hana Resti mengaku bangga atas keberhasilan suaminya. Ia menilai latihan yang dijalani Jendi akhirnya terbayar dengan prestasi yang membanggakan.

“Dia sampai harus meninggalkan anaknya sejak pagi saat belum bangun hingga malam hari ketika sudah mau tidur. Dia juga sampai jarang bermain dengan anak. Bagi saya, ini adalah prestasi yang hebat,” kata Hana.

Hana juga menggambarkan Jendi tetap berupaya hadir sebagai ayah di tengah kesibukan latihan. Menurutnya, setiap pulang latihan sore, Jendi menyempatkan waktu bertemu putra mereka, Naka.

“Mungkin orang tidak bakal percaya kalau dia adalah sosok yang berbeda ketika sudah di rumah. Jendi itu setiap pulang latihan pada sore hari selalu menyempatkan diri untuk bertemu Naka. Dia itu masih membantu memandikan, menggantikan popok, hingga membacakan dongeng sebelum tidur,” ucap perempuan berusia 31 tahun itu.

Pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta, menilai pencapaian tersebut sejalan dengan kedisiplinan Jendi. Ia juga menyebut dukungan fasilitas dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta National Paralympic Committee (NPC) Indonesia turut menunjang prestasi atlet tersebut.

“Catatan tujuh medali emas yang didapatkan Jendi ini hasil yang patut disyukuri karena luar biasa. Dengan bertambahnya usia, tetapi itu tidak mengubah semangatnya untuk menjadi yang terbaik di ASEAN Para Games 2025,” kata Agni.

Agni menambahkan, regenerasi atlet dinilainya terus berjalan dan berpotensi melahirkan penerus Jendi di masa mendatang. “Ada banyak atlet yang berpotensi melanjutkan jejak Jendi di masa mendatang. Menurut saya, regenerasi atlet di Indonesia ini terus berjalan. Jadi, penerusnya tidak hanya satu, tetapi masih ada banyak Jendi-Jendi lainnya,” ujarnya.