BERITA TERKINI
Tokoh Diplomasi yang Berkaitan dengan Jawa Barat: Dari Mochtar Kusumaatmadja hingga Marty Natalegawa

Tokoh Diplomasi yang Berkaitan dengan Jawa Barat: Dari Mochtar Kusumaatmadja hingga Marty Natalegawa

Jawa Barat kerap dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan. Di luar itu, wilayah ini juga memiliki jejak penting dalam perjalanan diplomasi Indonesia, karena menjadi tempat lahir, tumbuh, atau berkaryanya sejumlah tokoh yang berpengaruh di panggung internasional.

Sejak masa awal kemerdekaan hingga era modern, kontribusi para diplomat yang memiliki keterkaitan dengan Jawa Barat turut mewarnai arah hubungan luar negeri Indonesia. Berikut beberapa nama yang disebut memiliki hubungan erat dengan Jawa Barat.

Mochtar Kusumaatmadja

Mochtar Kusumaatmadja, tokoh asal Bandung, dikenal sebagai salah satu figur penting dalam diplomasi dan hukum laut. Ia menjabat Menteri Luar Negeri pada periode 1978–1988. Dalam masa pengabdiannya, ia disebut berperan dalam lahirnya UNCLOS 1982 serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan.

Dalam catatan yang sama, Mochtar Kusumaatmadja disebut telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia pada 10 November 2025 oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Pada era 1980-an, ia juga disebut mendapat julukan “The Architect of Indonesia’s Maritime Diplomacy” dari kalangan diplomat internasional.

Marty Natalegawa

Marty Natalegawa lahir di Bandung dan dikenal dengan gaya diplomasi yang tenang namun tegas. Ia menjabat Menteri Luar Negeri pada periode 2009–2014. Selama periode tersebut, ia disebut memperkuat posisi Indonesia di ASEAN, G20, serta sejumlah forum keamanan kawasan.

Pendekatannya yang konsisten membuatnya disebut sebagai salah satu suara yang dihormati di kawasan Asia Pasifik. Marty juga disebut masuk dalam daftar Top 100 Global Thinkers pada 2013 atas perannya dalam mencegah ketegangan di Asia Tenggara.

Hasjim Djalal

Hasjim Djalal disebut tidak lahir di Jawa Barat, namun memiliki kontribusi yang berkaitan dengan provinsi ini melalui perannya sebagai Guru Besar di Universitas Padjadjaran (Unpad). Di lingkungan akademik tersebut, ia disebut memperkaya pemikiran tentang diplomasi maritim Indonesia.

Hasjim Djalal dikenal sebagai pakar hukum laut dan disebut berperan aktif dalam berbagai pembahasan UNCLOS, terutama terkait isu batas wilayah dan keamanan maritim. Pemikirannya juga disebut menjadi rujukan dalam memahami isu keamanan kawasan internasional. Pada era 1970–1990-an, ia disebut termasuk pakar Asia yang berpengaruh di komite-komite PBB terkait Hukum Laut.

Mengapa banyak tokoh diplomasi berkaitan dengan Jawa Barat?

Dalam artikel ini, keterkaitan Jawa Barat dengan lahirnya tokoh-tokoh diplomasi dikaitkan dengan ekosistem pendidikan yang kuat, kultur intelektual yang terbuka, serta rekam jejak sejarah perdamaian. Salah satu momen yang disebut memperkuat citra tersebut adalah Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung.

Kombinasi faktor itu dinilai ikut menumbuhkan pemikir strategis dan mendorong munculnya kiprah diplomasi Indonesia yang diakui di tingkat dunia.