BERITA TERKINI
Iran Aktifkan Zona Tembak dan Tutup Koridor Udara, Maskapai Global Tangguhkan Penerbangan di Timur Tengah

Iran Aktifkan Zona Tembak dan Tutup Koridor Udara, Maskapai Global Tangguhkan Penerbangan di Timur Tengah

DUBAI – Sejumlah maskapai penerbangan global menangguhkan penerbangan di kawasan Timur Tengah pada Sabtu setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Situasi tersebut memicu konfrontasi militer baru, dengan Iran membalas melalui rentetan rudal.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan wilayah udara Iran nyaris kosong. Israel menyatakan telah menyerang Iran, sementara militer Amerika Serikat memulai serangkaian serangan terhadap target di negara itu. Eskalasi ini turut meredupkan harapan tercapainya solusi diplomatik atas sengketa nuklir Teheran dengan Barat, di tengah penumpukan militer AS di kawasan selama beberapa pekan terakhir.

Perkembangan tersebut menjadi guncangan terbaru bagi perjalanan udara di wilayah yang biasanya padat. Dengan wilayah udara Rusia dan Ukraina ditutup bagi sebagian besar maskapai akibat perang berkepanjangan, Timur Tengah selama ini menjadi jalur yang semakin penting bagi penerbangan antara Eropa dan Asia.

Namun, meningkatnya konflik memperbesar beban operasional maskapai. Serangan udara menambah kekhawatiran terhadap risiko penembakan—baik disengaja maupun tidak—terhadap pesawat sipil. Pengalihan rute juga berpotensi memperpanjang waktu tempuh, meningkatkan kebutuhan bahan bakar, dan menambah biaya.

Israel, Iran, Irak, dan Yordania menutup wilayah udara mereka menyusul serangan tersebut. Peta kawasan di Flightradar24 menunjukkan pesawat-pesawat menghindari area-area itu.

NOTAM Iran: Koridor Ditutup, Zona Militer Diaktifkan

Pemerintah Iran mengeluarkan NOTAM (notice to air mission) berisi informasi penting yang perlu diketahui pilot, maskapai, dan pengelola lalu lintas udara sebelum dan selama penerbangan. Otoritas penerbangan Iran menutup sejumlah koridor udara internasional dan mengaktifkan zona militer melalui NOTAM yang diterbitkan pada Jumat (28/2), seiring meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan.

Berdasarkan NOTAM yang dikeluarkan pagi hari, Iran menutup jalur udara N39 antara titik DEMBA dan OBRIX mulai pukul 05.51 UTC. Jalur ini disebut sebagai salah satu rute utama penerbangan internasional yang menghubungkan wilayah Eropa dan Turki dengan Iran.

Iran juga menutup jalur udara G208/L125 antara titik RADAL dan Bandara Internasional Imam Khomeini (IKA) di Teheran mulai pukul 06.01 UTC, sehingga membatasi akses penerbangan dari arah barat menuju bandara internasional utama negara tersebut.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Iran mengaktifkan zona tembak militer melalui NOTAM terpisah yang berlaku mulai pukul 03.30 UTC di wilayah barat negara itu, dengan radius empat mil laut di koordinat 32N 047E. Iran turut mengaktifkan sejumlah zona udara militer (OID) yang membatasi penerbangan sipil hingga ketinggian tertentu: zona OID121 hingga 30.000 kaki, sementara zona OID123 dan OID125 dibatasi hingga 18.000 kaki.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas Iran belum menyampaikan pernyataan resmi terkait durasi maupun alasan rinci penutupan wilayah udara tersebut. Seorang pilot menyebut jalur yang ditutup itu dapat diibaratkan sebagai “Jalur Sutera Udara” bagi penerbangan Asia menuju Eropa, sehingga penutupan akan memaksa pesawat memutar untuk menghindari area tersebut.

Maskapai dan Otoritas Penerbangan Ambil Langkah

Sejumlah penerbangan Qatar Airways yang berangkat pada Sabtu pagi terlihat berputar di atas Kuwait atau Arab Saudi sebelum kembali ke wilayah udara Qatar dan berputar di sekitar Doha, menurut Flightradar24. Qatar Airways menyatakan telah menghentikan lalu lintas udara sementara sebagai langkah pencegahan.

Kementerian Transportasi Rusia mengatakan maskapai penerbangan Rusia telah menangguhkan penerbangan ke Iran dan Israel. Lufthansa menyatakan akan menangguhkan penerbangan dari dan ke Dubai pada Sabtu dan Minggu, serta menghentikan sementara rute Tel Aviv, Beirut, dan Oman hingga 7 Maret. Air France membatalkan penerbangan ke dan dari Tel Aviv serta Beirut.

Iberia juga membatalkan penerbangan ke Tel Aviv. Wizz Air menangguhkan penerbangan ke dan dari Israel, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman dengan segera hingga tanggal yang sama. KLM, unit Belanda dari Air France-KLM, mempercepat penangguhan layanan Amsterdam–Tel Aviv dengan membatalkan penerbangan yang dijadwalkan pada Sabtu. Sebelumnya, KLM menyatakan penerbangan akan dihentikan mulai Minggu, 1 Maret, dan hanya satu penerbangan ke Tel Aviv yang dijadwalkan pada Sabtu.

Di tingkat otoritas, otoritas penerbangan Kuwait menyatakan akan menghentikan seluruh penerbangan ke Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Oman Air mengatakan telah menangguhkan seluruh penerbangan ke Baghdad akibat perkembangan situasi kawasan. Kantor berita pemerintah juga melaporkan Uni Emirat Arab menutup sebagian dan sementara wilayah udaranya sebagai langkah pencegahan.

Juru bicara flydubai menyebut, akibat penutupan sementara sejumlah wilayah udara di kawasan pada 28 Februari, beberapa penerbangan maskapai tersebut terdampak. Sementara itu, Virgin Atlantic menyatakan untuk sementara menghindari wilayah udara Irak, sehingga sejumlah penerbangan dialihkan rutenya.