BERITA TERKINI
Pemkab Nganjuk Gelar Rakor dengan BI hingga Bulog, Antisipasi Dampak Konflik Global pada Ekonomi Daerah

Pemkab Nganjuk Gelar Rakor dengan BI hingga Bulog, Antisipasi Dampak Konflik Global pada Ekonomi Daerah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggelar rapat koordinasi intensif bersama sejumlah instansi untuk merespons dinamika global yang dinilai berpotensi berdampak pada perekonomian Indonesia hingga daerah. Rapat berlangsung di Ruang Anjuk Ladang, Pemkab Nganjuk, Rabu (1/4/2026), melibatkan Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, PLN, BPS, dan Pupuk Indonesia.

Rakor tersebut disebut sebagai langkah strategis untuk memetakan potensi dampak konflik Amerika-Israil dengan Iran terhadap stabilitas ekonomi nasional dan daerah, sekaligus menyusun langkah mitigasi yang konkret dan terukur.

Dalam pembahasan, Pemkab menyoroti kemungkinan dampak lanjutan dari ketidakpastian geopolitik, seperti lonjakan harga energi dan tekanan terhadap perekonomian global. Kondisi itu dinilai dapat berimbas pada Indonesia, antara lain melalui meningkatnya inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta penurunan investasi dan aktivitas ekspor.

Berdasarkan laporan Pemkab, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nganjuk tercatat sebesar 5,30 persen dan dinilai masih solid. Pemkab juga menyampaikan pasokan kebutuhan dasar yang menjadi prioritas untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk antisipasi ketidakpastian ekonomi global serta potensi musim kemarau panjang, masih berada dalam kategori aman.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). “Kami mengimbau kepada masyarakat Nganjuk untuk tidak panik, karena pemerintah telah menjamin stok energi dan pangan dalam kondisi aman,” ujarnya.

Marhaen menegaskan pentingnya respons cepat untuk mengawal kebijakan agar stabilitas di tingkat lokal tetap terjaga. Ia juga menyampaikan rencana mendorong penguatan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan melalui bantuan yang tepat sasaran, termasuk optimalisasi bantuan langsung tunai berbasis data yang akurat.

Selain itu, Pemkab akan melakukan efisiensi dan penataan ulang APBD dengan memprioritaskan belanja yang berdampak langsung bagi masyarakat serta mengurangi kegiatan yang dinilai kurang produktif. Marhaen meminta seluruh perangkat daerah memperkuat sinergi dan bekerja cepat, tepat, dan terukur. “Saya harap, kepada seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat kolaborasi, sehingga pembangunan tetap berjalan optimal dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga di tengah tantangan global,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menekankan pentingnya menjaga kelancaran konsumsi masyarakat agar roda perekonomian tetap berputar. Ia menyebut Pemkab akan mengoptimalkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan dukungan armada distribusi serta stok beras surplus hingga 11 bulan ke depan.

“Dengan sinergi seluruh pihak dan kesiapan infrastruktur pangan tersebut, kami optimis, Pemkab Nganjuk mampu memitigasi segala bentuk disrupsi ekonomi yang mungkin bisa terjadi sepanjang tahun 2026,” tandasnya.