Badan Energi Internasional (IEA) merilis serangkaian rekomendasi untuk menekan konsumsi energi nasional di tengah meningkatnya kekhawatiran krisis energi global. Mengutip laporan The Guardian, IEA memerinci 10 langkah yang berfokus pada pengurangan permintaan energi, terutama di sektor transportasi darat yang dinilai memiliki tingkat konsumsi bahan bakar paling tinggi.
Sejumlah langkah yang disarankan antara lain menurunkan batas kecepatan di jalan tol minimal 10 km/jam, menerapkan sistem pelat nomor ganjil-genap di kota-kota besar, serta memperkuat budaya berbagi kendaraan (carpooling). Masyarakat juga didorong memaksimalkan penggunaan transportasi umum dan bekerja dari rumah (WFH) jika memungkinkan.
IEA turut menekankan perlunya efisiensi pada operasional kendaraan komersial dan pengurangan perjalanan udara. Di luar sektor transportasi, lembaga tersebut merekomendasikan pengalihan penggunaan LPG dengan memprioritaskannya untuk kebutuhan memasak, mendorong penggunaan kompor listrik, serta menerapkan langkah-langkah teknis di fasilitas industri agar dapat beralih antarbahan baku petrokimia guna membebaskan pasokan LPG.
Rekomendasi itu muncul di tengah ketidakpastian konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Situasi dinilai semakin genting setelah sejumlah infrastruktur energi menjadi sasaran serangan, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan.
Australia, sebagai salah satu anggota IEA, disebut mulai mewaspadai kemungkinan hambatan impor minyak dari pemasok utama di Asia. Sejauh ini, IEA telah memerintahkan pelepasan cadangan minyak darurat milik pemerintah untuk membantu menyeimbangkan pasar. Namun, IEA menilai upaya menambah pasokan saja tidak cukup.
Menurut IEA, pemerintah perlu memberi perhatian lebih pada pengendalian permintaan agar rumah tangga dan pelaku usaha lebih siap menghadapi krisis energi yang berpotensi berlangsung lama. IEA juga memperingatkan bahwa tanpa penyelesaian konflik yang cepat, dampak terhadap ekonomi global dapat memburuk.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol menyebut rekomendasi tersebut sebagai daftar tindakan konkret dan segera yang dapat dilakukan dari sisi permintaan oleh pemerintah, pelaku usaha, dan rumah tangga untuk melindungi konsumen dari guncangan harga akibat krisis.
Sejumlah negara disebut telah mulai mengambil langkah. Austria dan Yunani membatasi margin keuntungan pengecer bahan bakar, sementara Inggris memberikan subsidi energi bagi rumah tangga yang rentan. Selain itu, kampanye pengurangan konsumsi energi serta pembatasan perjalanan dinas pejabat publik mulai diterapkan di beberapa negara untuk menekan pengeluaran energi nasional.

