BERITA TERKINI
IEA Peringatkan Gangguan Pasokan Terbesar di Pasar Minyak Global, Tekankan Pengurangan Permintaan dan EBT

IEA Peringatkan Gangguan Pasokan Terbesar di Pasar Minyak Global, Tekankan Pengurangan Permintaan dan EBT

Badan Energi Internasional (IEA) pada Jumat (20/3/2026) mengeluarkan peringatan bahwa langkah penambahan pasokan saja tidak akan cukup untuk meredam apa yang disebutnya sebagai “gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global”. Peringatan ini disampaikan di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

IEA menilai, alih-alih hanya menunggu produksi pulih, menekan permintaan dapat menjadi solusi yang lebih efektif untuk meringankan beban konsumen dan membantu menurunkan harga lebih cepat. Menurut IEA, upaya terkoordinasi untuk mengurangi konsumsi merupakan jalan tercepat menuju pemulihan.

“Mengatasi permintaan adalah instrumen kritis dan segera untuk mengurangi tekanan bagi konsumen dengan meningkatkan keterjangkauan harga dan mendukung keamanan energi,” tulis IEA dalam pernyataan resminya.

IEA mengusulkan sejumlah langkah konkret yang dapat ditempuh masyarakat dan pelaku usaha untuk meredam guncangan ekonomi. Di antaranya meminimalkan penggunaan transportasi darat dan udara, menerapkan bekerja dari rumah (work from home) jika memungkinkan, serta beralih ke perangkat memasak bertenaga listrik.

Situasi geopolitik yang memburuk turut memicu kekhawatiran para pedagang. Kondisi ini disebut mendorong lonjakan harga minyak mentah sekaligus meningkatkan biaya produk kilang seperti solar dan bahan bakar jet secara tajam. Dampaknya terasa langsung pada sektor transportasi dan logistik, serta berimbas pada harga barang di tingkat konsumen.

Harga minyak dilaporkan telah melonjak lebih dari 40% sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran pada 28 Februari. Kenaikan tersebut membawa harga ke level tertinggi sejak 2022, seiring gangguan pasokan yang parah akibat penutupan efektif Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan koridor maritim sempit di lepas pantai Iran yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman. Jalur ini biasanya menampung sekitar seperlima dari total konsumsi minyak global.

Sejumlah negara telah mulai menggunakan cadangan minyak strategis mereka, dengan ratusan juta barel yang disebut siap diluncurkan ke pasar. Pekan lalu, IEA juga menyepakati pelepasan 400 juta barel minyak—aksi terbesar dalam sejarah organisasi tersebut—meski jadwal pasti kapan stok itu masuk ke pasar belum diumumkan.

Dalam rekomendasinya, IEA menaruh fokus besar pada sektor transportasi jalan raya yang menyumbang sekitar 45% dari permintaan minyak global. Sejumlah langkah yang disarankan meliputi mendorong penggunaan transportasi umum dan berbagi kendaraan (carpooling), mengurangi perjalanan udara yang tidak mendesak, menurunkan batas kecepatan kendaraan, serta menerapkan sistem akses kendaraan pribadi secara bergantian di area perkotaan untuk mengurangi kemacetan.

Selain itu, IEA menyarankan pengalihan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari sektor transportasi ke kebutuhan pokok seperti memasak. IEA juga mendorong adopsi energi bersih atau energi baru terbarukan (EBT) sebagai alternatif untuk memasak guna mengurangi ketergantungan pada gas cair tersebut.