Harga minyak dunia terpantau stabil setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan lebih memprioritaskan kesepakatan nuklir dengan Iran menjelang perundingan kedua negara pada pekan ini. Meski menekankan jalur diplomasi, Trump tetap melontarkan peringatan keras mengenai konsekuensi bagi Teheran jika kesepakatan gagal dicapai.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$66 per barel setelah ditutup hampir tanpa perubahan pada perdagangan Senin. Sementara itu, minyak Brent bertahan di bawah level US$72 per barel.
Dalam unggahan di media sosial, Trump memperingatkan bahwa akan menjadi “hari yang sangat buruk” bagi Iran jika kesepakatan tidak disetujui. Ia juga membantah laporan yang menyebut Pentagon khawatir mengenai potensi kesulitan apabila operasi militer dilakukan secara berkepanjangan.
Kekhawatiran terhadap dampak serangan AS terhadap Iran disebut menjadi pendorong kenaikan harga minyak berjangka sepanjang tahun ini, meski pasar juga dibayangi ekspektasi kelebihan pasokan global. Di sisi lain, militer AS dilaporkan telah menghimpun kekuatan besar di Timur Tengah, dan Departemen Luar Negeri AS memerintahkan evakuasi personel non-darurat di kedutaan mereka di Beirut.
Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, bersama menantu Trump, Jared Kushner, dijadwalkan terbang ke Jenewa pekan ini. Menurut pejabat AS, keduanya akan menghadiri putaran baru perundingan pada Kamis untuk kembali bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

