Sakana AI mengumumkan menerima dukungan finansial dari Google sekaligus menjalin kemitraan strategis. Kerja sama ini ditujukan untuk membantu pengembang kecerdasan buatan (AI) asal Jepang tersebut memanfaatkan model bahasa besar (LLM) milik Google dengan lebih optimal dalam pengembangan produk.
Google memutuskan berinvestasi karena menilai Sakana AI memiliki kemampuan teknis dan rekam jejak penerapan teknologi yang kuat. Namun, nilai investasi tidak diungkapkan.
Bagi Google, kemitraan ini dipandang sebagai peluang untuk memperluas pasar di Jepang, termasuk mendorong penggunaan platform komputasi awan serta layanan berbasis AI melalui kolaborasi dengan Sakana AI.
Dalam perjanjian tersebut, Sakana AI akan menggunakan teknologi Google secara aktif—termasuk model AI yang dihasilkan oleh Gemini AI—dalam proses pengembangan produknya. Sakana AI juga akan membagikan umpan balik pelanggan kepada Google untuk membantu peningkatan kualitas.
Kedua pihak juga berencana mendorong kolaborasi antara karyawan Sakana AI dan staf Google dalam penelitian bersama di bidang kecerdasan buatan.
Sakana AI selama ini menggunakan berbagai model untuk pengembangan teknologinya, termasuk model dari Google dan OpenAI. Kemitraan baru ini disebut akan mempermudah penggunaan model Google, sambil tetap memungkinkan perusahaan memanfaatkan model dari sumber lain.
Melalui kerja sama tersebut, Sakana AI juga akan dapat menawarkan produknya lewat infrastruktur cloud Google kepada pelanggan yang memiliki persyaratan keamanan ketat, termasuk lembaga keuangan dan instansi pemerintah.
Sebelumnya, pada November 2025, Sakana AI menyatakan valuasi perusahaan meningkat menjadi sekitar 400 miliar yen (US$2,25 miliar) setelah mengumpulkan sekitar 20 miliar yen dari Mitsubishi UFJ Financial Group dan investor lainnya dalam putaran pendanaan. Investasi dari Google disebut menjadi bagian dari pendanaan berorientasi pertumbuhan tersebut.
Sakana AI menyatakan pendanaan itu akan digunakan untuk mengembangkan model LLM mereka sendiri, sembari terus mengembangkan produk yang memanfaatkan model Gemini dan Gemma milik Google.
Google juga tercatat pernah berinvestasi pada perusahaan teknologi Jepang lainnya, termasuk pengembang AI Abeja pada 2018 dan penyedia layanan pembayaran serta reservasi tanpa uang tunai Stores pada 2023.
Di sisi lain, Sakana AI juga menjalin hubungan dengan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat lainnya. Perusahaan ini mengumumkan investasi dari Nvidia pada 2024 dan menyatakan berencana membangun kemitraan dengan lebih banyak perusahaan asing.

