MAJURO — Perwakilan dari berbagai negara lintas benua menggelar dialog internasional untuk membahas dampak berkepanjangan uji coba nuklir yang kini diperparah oleh krisis perubahan iklim di Kepulauan Marshall, Sabtu (28/2/2026).
Diskusi yang berlangsung secara daring itu digelar menjelang Hari Peringatan Korban dan Penyintas Nuklir pada 1 Maret. Peringatan tersebut merujuk pada uji coba bom hidrogen Castle Bravo pada 1954. Dalam forum ini, para peserta menegaskan bahwa persoalan nuklir di kawasan Pasifik tidak lagi dipandang sebagai isu lokal, melainkan telah berkembang menjadi persoalan lingkungan dan keamanan global.
Dalam paparan yang disampaikan, disebutkan bahwa Amerika Serikat melakukan 67 uji coba nuklir di Kepulauan Marshall pada periode 1946 hingga 1958. Dampaknya dinilai masih terasa hingga kini, terutama di Atol Enewetak, lokasi berdirinya Runit Dome—struktur penyimpanan limbah radioaktif yang kini terancam oleh kenaikan permukaan laut.
Para peserta menilai kondisi tersebut berpotensi memicu kebocoran material radioaktif ke ekosistem laut dan memperburuk kerentanan masyarakat setempat yang sudah menghadapi tekanan akibat perubahan iklim.
Direktur Eksekutif Marshallese Educational Initiative (MEI), Benetick Kabua Maddison, menyebut situasi yang dihadapi negaranya sebagai “tragedi ganda”. “Kontaminasi nuklir yang belum terselesaikan, ditambah krisis iklim, kini menjadi persoalan keamanan global,” ujarnya dalam forum tersebut.
Dialog internasional ini diselenggarakan oleh organisasi perdamaian global Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light (HWPL). Forum itu mempertemukan perwakilan dari kawasan Pasifik, Asia, Eropa, Afrika, hingga Amerika.
Anggota Parlemen Kepulauan Marshall, Hiroshi Vitus Yamamura, menekankan pentingnya kerja sama teknis dan hukum internasional untuk menangani dampak kesehatan dan lingkungan jangka panjang akibat uji coba nuklir masa lalu.
Sementara itu, perwakilan Pakta Iklim Uni Eropa menyoroti pentingnya peran masyarakat sipil dalam membawa isu tersebut ke agenda keadilan iklim dunia.

