Perumda Dharma Jaya mempercepat pengadaan 7.500 ekor sapi impor dari Australia sebagai langkah mitigasi terhadap potensi kendala distribusi global. Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, mengatakan percepatan dilakukan untuk mengantisipasi risiko kelangkaan bahan baku di tengah dinamika pasokan internasional.
Raditya menyebut sejumlah faktor yang dikhawatirkan memengaruhi kelancaran pasokan, terutama bagi komunitas daging impor. Menurutnya, tantangan saat ini mencakup ketersediaan kapal, kemungkinan kelangkaan bahan bakar, serta negara asal yang mulai menahan stok untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Meski menilai kondisi pasar saat ini masih relatif kondusif, Dharma Jaya meningkatkan kuota pembelian bulanan. Jika sebelumnya direncanakan 500 ekor, kuota dinaikkan menjadi 1.000 ekor per bulan sebagai upaya memperkuat stok lebih cepat.
Dharma Jaya menargetkan seluruh pengadaan 7.500 ekor sapi dapat diselesaikan pada Juni atau Juli mendatang. Namun, pengiriman dilakukan secara bertahap karena keterbatasan slot kapal dan tingginya persaingan antarpelaku usaha untuk mendapatkan jadwal pengiriman ke Indonesia.
Selain mengamankan stok impor, Dharma Jaya juga mengintensifkan kemitraan dengan daerah penghasil sapi lokal. Langkah ini ditempuh sebagai strategi diversifikasi sumber pangan agar pasokan tidak hanya bergantung pada pasar luar negeri.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungannya terhadap percepatan pengadaan tersebut. Ia telah menyetujui penambahan kuota impor untuk memastikan stok daging tersedia di Jakarta sebelum terjadi gangguan distribusi pada tingkat global.