Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya memperkuat solidaritas dan kolaborasi di kawasan ASEAN di tengah tantangan global yang kian kompleks. Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri KTT Khusus BIMP-EAGA dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Kamis (7/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menilai kondisi dunia saat ini menuntut kerja sama kawasan yang lebih erat, adaptif, serta mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat ASEAN. Ia menyoroti tantangan ketahanan energi dan pangan sebagai isu yang perlu dihadapi bersama.
“KTT Khusus ini hadir di saat yang sangat genting. Tantangan yang kita hadapi menuntut kolaborasi yang lebih erat dan efektif di antara kita,” ujar Prabowo.
Mengawali sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. atas sambutan dan kepemimpinannya dalam forum tersebut. Ia menilai pertemuan BIMP-EAGA kali ini berlangsung pada momentum penting, mengingat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang masih tinggi.
Prabowo juga menegaskan bahwa kerja sama subkawasan melalui BIMP-EAGA perlu terus berkembang agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret. Menurutnya, BIMP-EAGA tidak boleh berjalan biasa-biasa saja, melainkan harus lebih responsif terhadap perubahan dan tantangan global.
“Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” lanjutnya.
Dalam forum itu, Prabowo menekankan keselamatan dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama negara-negara ASEAN. Ia menyebut Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberikan arah pembangunan yang jelas, namun tantangan berikutnya adalah memastikan implementasinya berjalan nyata dan efektif.
“Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencaharian rakyat kita. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberi kita arah yang jelas. Sekarang tugasnya adalah mewujudkannya,” tegas Prabowo.
Dari Cebu, Prabowo menyampaikan pesan bahwa masa depan ASEAN akan sangat ditentukan oleh kemampuan negara-negara di kawasan menjaga persatuan, memperkuat kerja sama strategis, dan bergerak bersama menghadapi dinamika global yang terus berubah.