BHP Group memperkirakan pasar kalium (potash) global akan semakin ketat dalam satu dekade ke depan, didorong oleh kenaikan permintaan dan meningkatnya risiko geopolitik yang membebani rantai pasokan pupuk.
Perusahaan pertambangan terbesar di dunia itu menilai kebutuhan nutrisi atau pupuk tanaman meningkat sekitar 2% hingga 3% per tahun. Di sisi lain, pasokan tambahan di luar proyek kalium Jansen milik BHP disebut semakin terbatas.
Kondisi tersebut menambah tekanan pada pasokan pupuk yang telah terguncang oleh perang di Timur Tengah, ketika para petani di berbagai negara berupaya mengamankan nutrisi penting untuk kebutuhan produksi pertanian.
Menurut Karina Gistelinck, kepala divisi kalium BHP, defisit pasar kalium diperkirakan terjadi pada 2035.

