BERITA TERKINI
BGN Lakukan Efisiensi Anggaran Antisipasi Dampak Krisis Energi Global, Program MBG Tak Dipangkas

BGN Lakukan Efisiensi Anggaran Antisipasi Dampak Krisis Energi Global, Program MBG Tak Dipangkas

JAKARTA—Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan lembaganya tengah melakukan efisiensi anggaran sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika global, khususnya di sektor energi yang dinilai dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.

Dadan menyebut BGN terlibat dalam rapat harmonisasi anggaran pemerintah untuk merumuskan langkah strategis menghadapi potensi krisis energi global. Pernyataan itu disampaikan Dadan saat ditemui di Kejaksaan Agung, Selasa (17/3/2026).

“Ya, tentu saja. Kami ikut rapat harmonisasi anggaran untuk menyikapi mekanisme dan fenomena global, terutama terkait energi dan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia. Kami juga melakukan perhitungan agar bisa berkontribusi dalam menyikapi krisis yang ada,” ujar Dadan.

Ia menegaskan tidak ada instruksi langsung untuk memangkas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, BGN tetap memilih melakukan efisiensi sebagai bentuk kewaspadaan menghadapi ketidakpastian global.

Menurut Dadan, langkah tersebut mencerminkan “sense of crisis” yang perlu dimiliki lembaga pemerintah. “Tentu tidak ada arahan khusus, tetapi kami harus memiliki sense of crisis. Terkait hal itu, kami menyiapkan langkah-langkah agar penggunaan anggaran lebih efisien,” katanya.

Dadan menjelaskan efisiensi dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran agar lebih efektif, tepat sasaran, serta meminimalkan potensi penyalahgunaan dana. Ia juga menegaskan komitmen BGN menjaga keberlanjutan program prioritas meski kondisi ekonomi dinilai tidak menentu.

Dalam keterangannya, Dadan menyebut BGN memiliki pagu anggaran sebesar Rp268 triliun, dengan tambahan dana cadangan (standby) sebesar Rp63 triliun. Namun, saat ini BGN memilih memaksimalkan penggunaan anggaran utama tanpa bergantung pada dana cadangan tersebut.