BERITA TERKINI
Alumnus HI UMM Jalankan Diplomasi Budaya Indonesia di Amerika Latin

Alumnus HI UMM Jalankan Diplomasi Budaya Indonesia di Amerika Latin

Noegroho Darmo Samodra, alumnus Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2013, kini menjalankan tugas diplomatik sebagai Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Quito, Ekuador. Perjalanannya dari dunia kampus hingga lingkup diplomasi internasional menunjukkan bahwa jalur karier global dapat ditempuh melalui keberanian mengambil peluang.

Karier internasional Noegroho bermula pada 2020 saat ia mengikuti seleksi pegawai setempat di lingkungan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Dengan bekal kemampuan bahasa Spanyol, ia mengirimkan curriculum vitae dan menjalani tahapan seleksi hingga diterima. Penempatan pertamanya berada di KBRI Santiago, Chile.

Di KBRI Santiago, Noegroho bertugas pada Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya. Tanggung jawabnya mencakup pengelolaan informasi diplomatik serta upaya memperkuat citra Indonesia melalui pendekatan budaya dan pendidikan. Sejumlah kegiatan diplomasi yang ia tangani antara lain konser gamelan, pertunjukan seni tari, serta kolaborasi kerja sama antarperguruan tinggi Indonesia dan Amerika Latin.

Menurut Noegroho, diplomasi tidak selalu identik dengan urusan politik. Ia menilai seni dan budaya dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal Indonesia lebih dekat, sekaligus mempererat hubungan antarnegara. “Diplomasi tidak selalu berbicara soal politik. Lewat seni dan budaya, masyarakat bisa mengenal Indonesia lebih dekat. Dari situ hubungan antarnegara menjadi lebih hangat,” ujarnya pada 22 Februari lalu.

Pengalaman organisasi semasa kuliah disebutnya turut membentuk cara kerja yang ia jalani saat ini. Ia pernah menjabat sebagai Koordinator Olahraga, Seni, dan Budaya di BEM FISIP UMM, lalu dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di BEM Universitas. Dari aktivitas tersebut, ia belajar mengelola tim, berkomunikasi dengan berbagai pihak, serta menghadapi tantangan.

Ia juga menyoroti perbedaan tuntutan antara dunia akademik dan dunia kerja. Jika tugas perkuliahan lebih berdampak pada individu, pekerjaan diplomatik membawa tanggung jawab yang lebih luas. Karena itu, ia berupaya menjaga disiplin, termasuk dalam mengatur waktu antara pekerjaan, olahraga, dan istirahat.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah keterlibatan dalam proyek film kontemporer lintas negara yang menggunakan gamelan Indonesia sebagai soundtrack. Dalam proyek tersebut, ia turut memainkan gamelan bersama musisi asal Chile. Ia mengaku bangga ketika budaya Indonesia hadir dalam karya seni internasional dan merasa membawa identitas Indonesia melalui medium seni.

Di akhir, Noegroho berpesan agar generasi muda tidak ragu mencoba kesempatan yang ada. Menurutnya, membangun karier memang tidak mudah, namun peluang yang datang patut dijalani dengan ikhtiar. “Membangun karier memang tidak mudah. Tapi kalau ada kesempatan, jalani saja. Kita tidak pernah tahu jalan ke depan seperti apa. Yang penting ikhtiar dulu,” katanya.