MELBOURNE — Carlos Alcaraz memastikan tempat di perempat final Australia Terbuka setelah menaklukkan unggulan ke-19, Tommy Paul, dalam tiga set langsung. Kemenangan itu sekaligus mengalihkan perhatian pada peningkatan performa servis Alcaraz yang belakangan disebut mengalami penyesuaian.
Pemain asal Spanyol tersebut menang 7-6 (6), 6-4, 7-5 pada laga yang dimainkan Minggu. Dalam pertandingan itu, Alcaraz tidak melakukan kesalahan ganda. Ia mencatatkan 70% servis pertama masuk dan memenangi 79% poin dari servis pertama tersebut, serta 68% poin dari servis keduanya.
Alcaraz, yang berstatus unggulan teratas, disebut tengah berupaya melengkapi koleksi gelar Grand Slam-nya di Australia pada usia 22 tahun. Salah satu elemen yang belum ada dalam catatan kariernya adalah trofi di Melbourne Park. Ia juga belum pernah melampaui babak perempat final di turnamen ini.
Perubahan awal pada gerak servis Alcaraz turut menjadi bahan candaan Novak Djokovic. Juara Grand Slam 24 kali itu sempat berkelakar pada awal turnamen bahwa ia mengirim pesan kepada Alcaraz untuk meminta “biaya hak cipta”.
Ditanya soal itu dalam wawancara televisi di lapangan Rod Laver Arena, Alcaraz menanggapi dengan nada bercanda. Ia mengatakan menerima pesan dari Djokovic saat video servisnya muncul pada masa pramusim, dengan isi kurang lebih, “Oke, Anda harus membayar!” Menurut Alcaraz, lelucon semacam itu ikut menjaga suasana ruang ganti tetap menyenangkan.
Paul, yang pernah mencapai semifinal Australia Terbuka pada 2023, sempat mendapatkan momentum pada set pertama. Namun pertandingan sempat terhenti akibat insiden medis di tribun. Skor tiebreak set pertama berada di posisi 3-3 ketika wasit Marija Cicak memberi tahu bahwa ada penonton yang membutuhkan penanganan segera.
Penundaan berlangsung lebih dari 14 menit dan cukup lama hingga kedua pemain sempat melakukan pemanasan lagi sebelum pertandingan dilanjutkan. Setelah penonton tersebut dibawa keluar arena oleh staf medis dan ambulans, Alcaraz tampil lebih dominan.
Alcaraz kemudian mematahkan servis pada gim ke-10 set ketiga yang menjadi penentu dan menuntaskan laga dalam 2 jam 44 menit. Seusai pertandingan, keduanya berpelukan di depan net. Alcaraz sempat melakukan gerakan tarian singkat untuk menghibur penonton dan memberi tepuk tangan kepada Paul saat meninggalkan lapangan.
“Secara keseluruhan, level permainan tenis kedua belah pihak sangat tinggi,” kata Alcaraz. “Senang sekali saya mendapatkannya dalam straight set.”
Ia juga mengaku memperhatikan statistik servisnya sepanjang turnamen. “Ya, sejujurnya, itu membuat saya terkesan,” ujarnya, seraya menyebut servis sebagai senjata penting dalam empat pertandingan pertamanya di Melbourne Park.
Di perempat final pekan depan, Alcaraz akan menghadapi pemenang laga antara pahlawan tuan rumah Alex de Minaur atau pemain peringkat 10 Alexander Bublik.

