Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia perlu segera melakukan reformasi di sektor pariwisata untuk memitigasi dampak krisis global, terutama yang dipicu konflik di Timur Tengah. Menurutnya, sektor pariwisata saat ini menghadapi tekanan akibat terganggunya konektivitas global imbas konflik tersebut.
“Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk memitigasi kerugian akibat krisis global, serta membangun fondasi pariwisata dan destinasi yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Kementerian Pariwisata memproyeksikan potensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara (wisman) serta potensi kerugian devisa mencapai Rp184,8 miliar per hari apabila tidak segera dilakukan langkah mitigasi.
Selain itu, laporan InJourney Airports untuk periode akhir Februari hingga 10 Maret 2026 mencatat adanya gangguan pada sembilan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai. Gangguan tersebut berdampak pada mobilisasi 47.012 penumpang. Tantangan ini juga disebut diperparah oleh kenaikan harga avtur.
Airlangga menegaskan sektor pariwisata tetap penting untuk menjadi fokus, mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

