BERITA TERKINI
Airlangga Dorong Reformasi Pariwisata untuk Tekan Dampak Krisis Global

Airlangga Dorong Reformasi Pariwisata untuk Tekan Dampak Krisis Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia perlu segera melakukan reformasi sektor pariwisata untuk memitigasi dampak krisis global, terutama yang dipicu konflik di Timur Tengah. Menurutnya, tekanan terhadap pariwisata meningkat seiring terganggunya konektivitas global akibat situasi tersebut.

Airlangga mengatakan langkah reformasi diperlukan untuk menekan potensi kerugian dan sekaligus memperkuat fondasi pariwisata nasional agar destinasi di Indonesia semakin kompetitif, tangguh, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional.

Kementerian Pariwisata memproyeksikan potensi kehilangan sekitar 5.500 wisatawan mancanegara serta potensi kerugian devisa yang dapat mencapai Rp184,8 miliar per hari apabila mitigasi tidak segera dilakukan.

Selain itu, laporan InJourney Airports pada periode akhir Februari hingga 10 Maret 2026 mencatat adanya gangguan pada sembilan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai. Gangguan tersebut berdampak pada mobilisasi 47.012 penumpang. Tantangan di lapangan juga diperparah oleh kenaikan harga avtur.

Airlangga menegaskan sektor pariwisata tetap perlu menjadi fokus karena kontribusinya yang besar terhadap perekonomian nasional. Pada 2025, pariwisata menyumbang Rp945,7 triliun atau setara 3,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Dari sisi kinerja, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 15,39 juta orang atau tumbuh 10,7 persen secara tahunan. Sektor ini juga menghasilkan devisa sebesar 18,91 miliar dolar AS serta menopang 25,91 juta tenaga kerja.