BERITA TERKINI
Airlangga Dorong Reformasi Pariwisata untuk Antisipasi Dampak Krisis Global

Airlangga Dorong Reformasi Pariwisata untuk Antisipasi Dampak Krisis Global

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai Indonesia perlu segera melakukan reformasi di sektor pariwisata untuk mengantisipasi dampak krisis global, khususnya terkait perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.

Airlangga menyebut krisis global dapat memengaruhi konektivitas yang pada akhirnya berdampak pada sektor pariwisata. Kondisi tersebut berisiko menekan pariwisata Indonesia seiring potensi penurunan jumlah wisatawan asing.

“Indonesia perlu segera melakukan reformasi untuk memitigasi kerugian akibat krisis global, serta membangun fondasi pariwisata dan destinasi yang kompetitif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di kancah internasional,” kata Airlangga dalam keterangan di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Menurut Airlangga, Indonesia menghadapi potensi kehilangan 5.500 wisatawan mancanegara serta kerugian devisa yang disebutnya dapat mencapai Rp184,8 miliar per hari akibat krisis global.

Untuk menjaga daya saing pariwisata, Airlangga memaparkan sejumlah langkah, salah satunya memperluas kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Ia merujuk kajian World Travel and Tourism Council yang menyebut kebijakan BVK terhadap 169 negara sejak 2015 mampu mendorong pertumbuhan wisatawan hingga 15 persen per tahun serta menciptakan 400.000 lapangan kerja di sektor pariwisata.

Airlangga menyatakan Indonesia telah mengidentifikasi 20 negara yang berpotensi menjadi target perluasan kebijakan BVK.

Selain menyasar pasar wisatawan mancanegara, Airlangga juga menekankan pentingnya memperkuat pasar wisatawan domestik, terutama pada momentum libur Lebaran. Strategi yang disebut dapat ditempuh adalah mengembangkan konsep micro-tourism, yakni pengembangan destinasi dalam radius perjalanan darat dengan pengalaman wisata yang lebih mendalam.

Pemerintah, kata Airlangga, telah menyiapkan sejumlah stimulus untuk mendukung mobilitas wisatawan domestik, seperti diskon transportasi selama periode Lebaran 2026 serta kebijakan Work From Anywhere.

Langkah lain yang turut diusulkan meliputi negosiasi pembukaan rute internasional baru, penguatan branding Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil, serta promosi destinasi bagi digital nomad.

Airlangga juga menilai gejolak nilai tukar dapat menjadi peluang untuk menarik wisatawan. “Dengan gejolak nilai tukar saat ini, seharusnya menjadi potensi tersembunyi dalam menarik wisatawan karena mereka bisa mendapatkan nilai lebih dari uang yang mereka tukarkan,” kata Airlangga.

Ia menambahkan, pemasaran yang menonjolkan Indonesia sebagai destinasi high-end dengan harga terjangkau perlu diperkuat.