BERITA TERKINI
Zelensky Serukan Payung Pertahanan Udara Eropa Usai Serangan Roket Rusia di Zaporizhzhia

Zelensky Serukan Payung Pertahanan Udara Eropa Usai Serangan Roket Rusia di Zaporizhzhia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan para pemimpin Eropa untuk membangun payung pertahanan udara yang lebih ambisius, menyusul serangan roket Rusia ke kota Zaporizhzhia di Ukraina selatan pada Selasa dini hari. Zelensky mengatakan serangan tersebut melukai 20 orang, termasuk empat anak.

Kepala wilayah Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, menyatakan serangan itu menghantam lebih dari 20 gedung apartemen dan memicu kebakaran. Ia juga menyebut pemulihan kerusakan akibat serangan sebelumnya pada 30 Agustus belum selesai ketika serangan terbaru terjadi.

Zelensky melaporkan serangan Rusia tidak hanya terjadi di Zaporizhzhia. Ia menyebut Rusia juga menyerang pusat logistik sipil di wilayah Kyiv serta melancarkan serangan drone di kota Kharkiv, timur laut Ukraina. Dalam sebuah video yang diunggah melalui Telegram, Zelensky memperlihatkan dampak serangan yang disebut melukai empat orang dan mengenai Universitas Farmasi Nasional di pusat kota.

Dalam pesannya, Zelensky menekankan perlunya kerja sama regional untuk memperkuat pertahanan udara. “Sekarang saatnya menerapkan perlindungan bersama langit Eropa kita dengan sistem pertahanan udara berlapis. Semua teknologi sudah tersedia,” tulisnya. Ia menambahkan, upaya tersebut membutuhkan investasi, kemauan politik, tindakan nyata, serta keputusan kuat dari para mitra.

Zelensky juga kembali menyerukan pengetatan sanksi terhadap Rusia. Menurutnya, Rusia dapat terus melancarkan serangan karena tidak merasakan penderitaan, dan hingga mengalami kerugian serius terutama secara ekonomi, Moskow disebut akan menghindari diplomasi sejati dan mengakhiri perang.

Sementara itu, di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Zelensky “harus membuat kesepakatan” untuk mengakhiri perang, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Trump juga menegaskan kembali pandangannya bahwa Eropa harus berhenti membeli minyak dari Rusia. Ia menyebut perang akan berakhir jika negara-negara NATO menghentikan pembelian minyak mentah dari Moskow dan memberlakukan tarif 50% hingga 100% atas pembelian minyak Rusia oleh Tiongkok.

Ketegangan terkait keamanan kawasan turut meningkat setelah sebuah drone Rusia dilaporkan jatuh di wilayah Polandia. Peristiwa itu mendorong NATO memperkuat pertahanan udara Eropa di tengah meningkatnya ketegangan dengan Moskow.

Di sisi lain, Ukraina meningkatkan serangan jarak jauh menggunakan drone ke wilayah Rusia dengan menyasar fasilitas yang dinilai vital bagi operasi militer Moskow. Militer Ukraina pada Selasa menyatakan berhasil menyerang sebuah kilang minyak di wilayah Saratov, Rusia barat, pada malam hari, dengan laporan ledakan dan kebakaran di fasilitas tersebut.

Serangan-serangan sebelumnya juga disebut menghantam kilang, depot, dan terminal minyak. Rusia masih menjadi pengekspor minyak terbesar kedua di dunia, namun lonjakan permintaan musiman serta gempuran drone Ukraina dilaporkan memicu kelangkaan bensin dalam beberapa pekan terakhir.

Zelensky menyatakan bahwa dalam dua pekan terakhir Rusia telah meluncurkan lebih dari 3.500 drone, 2.500 bom luncur, dan hampir 200 rudal ke berbagai target di Ukraina. Ia menyoroti bom luncur yang dijatuhkan dari pesawat di ketinggian sebagai senjata yang menimbulkan kerusakan besar dan sulit ditangkal, sementara serangan drone massal terus menjadi tantangan utama bagi pertahanan Ukraina.