Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pemerintah daerah tidak bisa lagi berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan yang kian kompleks. Menurutnya, kerja sama dan kolaborasi lintas wilayah kini menjadi keharusan strategis nasional, bukan sekadar pilihan administratif.
Pernyataan tersebut disampaikan Wiyagus dalam Gala Dinner Malam Keakraban Mitra Praja Utama (MPU) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/5). Ia menilai gejolak global—mulai dari kelangkaan energi, dampak perubahan iklim, hingga dinamika geopolitik—menuntut kemampuan adaptasi dan sinergi yang lebih kuat antarpemerintah daerah.
Dalam forum itu, Wiyagus menyoroti peran sepuluh provinsi yang tergabung dalam MPU. Ia menyebut anggota MPU memiliki kapasitas fiskal serta kontribusi penting terhadap perekonomian nasional. Ia juga menyinggung Pulau Jawa sebagai motor pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan kontribusi lebih dari 57 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.
Wiyagus mendorong agar potensi tiap daerah dioptimalkan dan saling melengkapi melalui pemanfaatan keunggulan komparatif masing-masing. Ia menekankan pentingnya penguatan konektivitas di sektor-sektor vital, seperti infrastruktur logistik, jaringan perdagangan antarwilayah, pasokan dan distribusi energi, serta percepatan digitalisasi layanan pemerintahan.
Selain itu, ia menggarisbawahi perlunya solidaritas antarwilayah. Daerah yang memiliki surplus pangan diharapkan dapat menopang daerah lain yang mengalami kekurangan. Sementara daerah dengan kapasitas fiskal kuat, yang tercermin dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi, diminta turut menjadi penggerak pembangunan regional. “Daerah yang surplus pangan harus mampu menopang daerah yang membutuhkan. Kemudian daerah yang memiliki kapasitas fiskal kuat perlu menjadi penggerak pembangunan regional,” kata Wiyagus.
Wiyagus juga berharap forum MPU dapat melahirkan langkah strategis yang bisa diimplementasikan, sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Ia mendorong MPU menjadi modal kerja sama regional yang adaptif, inovatif, dan menghasilkan luaran konkret.
Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu menjadi wadah penyelesaian persoalan lintas wilayah, termasuk pengendalian inflasi, penguatan ketahanan pangan, penguatan sektor energi, penanganan bencana yang terintegrasi, serta pemeliharaan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.