RIYADH — Perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, memperingatkan bahwa stok bensin dan bahan bakar jet (avtur) global berpotensi turun ke “tingkat kritis” pada musim panas apabila Selat Hormuz tetap ditutup. Peringatan tersebut dilaporkan oleh Financial Times.
Pernyataan ini dinilai sebagai intervensi yang jarang dilakukan oleh perusahaan minyak terbesar di dunia, di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap memburuknya krisis energi seiring perang Iran.
CEO Aramco Amin Nasser mengatakan penipisan cadangan darat berlangsung semakin cepat. Menurutnya, bahan bakar olahan—termasuk bensin dan bahan bakar jet—mengalami penurunan paling tajam.
Nasser juga menyebut dunia secara efektif telah kehilangan sekitar satu miliar barel minyak sejak dimulainya perang dengan Iran dan penutupan Selat Hormuz. Ia menambahkan, setiap pekan tambahan selat tersebut tetap ditutup berpotensi menghilangkan sekitar 100 juta barel lagi dari pasar.