BERITA TERKINI
Rakergub FKD-MPU 2026 di Semarang Sepakati Langkah Bersama Hadapi El Niño dan Tantangan Energi

Rakergub FKD-MPU 2026 di Semarang Sepakati Langkah Bersama Hadapi El Niño dan Tantangan Energi

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi tuan rumah Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (Rakergub FKD-MPU) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Tentrem Semarang, Selasa, 12 Mei 2026. Forum ini menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ancaman El Niño serta tantangan energi global.

Rakergub mengusung tema “Sinergi MPU 2026: Memperkuat Konektivitas Antarwilayah Menuju Swasembada Pangan dan Ketahanan Energi Nasional” dan dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Pertemuan dihadiri pimpinan delegasi dari 10 provinsi anggota, yakni Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam diskusi panel yang dipandu jurnalis senior Desi Anwar, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya sinkronisasi APBD dengan program strategis nasional. Kementerian Pertanian memaparkan strategi adaptasi cepat pemerintah daerah terhadap proyeksi gagal panen akibat El Niño yang diperkirakan bertahan hingga 2027.

Di sektor energi, Kementerian ESDM mendorong peran daerah dalam transisi energi melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan penerapan kebijakan green energy yang berkeadilan.

Puncak kegiatan ditandai penandatanganan Berita Acara Rakergub yang disaksikan Direktur Eksekutif Sekretariat Bersama MPU, Dr. Suhajar Diantoro. Dalam berita acara tersebut, para pihak menyepakati enam poin strategis.

Enam kesepakatan itu meliputi: respon terpadu menghadapi El Niño dengan memperkuat ketahanan pangan untuk mengantisipasi penurunan produksi pertanian; sinergi BUMD pangan melalui kolaborasi antar-BUMD bidang pangan di seluruh provinsi anggota; penguatan ketahanan energi untuk merespons krisis energi global dengan memaksimalkan sumber daya lokal; implementasi rencana aksi 2027 melalui komitmen anggaran dan program kerja pada enam bidang perjanjian kerja sama; dukungan terhadap infrastruktur strategis, termasuk pembangunan Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa untuk ketahanan bencana; serta monitoring ketat melalui evaluasi berkala atas pelaksanaan seluruh poin kesepakatan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan forum tersebut tidak berhenti pada diskusi, melainkan diarahkan menjadi penggerak sinergi antardaerah. “Penandatanganan ini adalah komitmen kolektif kita untuk tidak berjalan sendiri-sendiri. Jawa Tengah siap menjadi penggerak agar swasembada pangan dan ketahanan energi berkelanjutan bisa segera terwujud,” kata Ahmad Luthfi.

Selain 10 provinsi anggota, forum juga dihadiri delegasi mitra dari Maluku Utara dan Kepulauan Riau, yang menunjukkan perluasan kolaborasi MPU. Setelah Rakergub 2026 rampung, provinsi-provinsi anggota disebut akan memfokuskan kerja pada distribusi surplus pangan antarwilayah serta efisiensi energi untuk memperkuat fundamental ekonomi daerah.