Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan Wakil Perdana Menteri He Lifeng akan memimpin delegasi untuk konsultasi ekonomi dan perdagangan di Seoul, Korea Selatan, pada 12–13 Mei. Rencana pertemuan itu muncul di tengah rangkaian agenda tingkat tinggi antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
Di sisi AS, Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan melalui unggahan media sosial bahwa ia akan singgah di Seoul untuk membahas sejumlah hal dengan He Lifeng. Setelah itu, Bessent dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Beijing untuk menghadiri KTT AS–Tiongkok.
Presiden AS Donald Trump diperkirakan tiba di Beijing pada 13 Mei. Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Anna Kelly, menyebut kunjungan tersebut memiliki makna simbolis yang sangat besar dan mengatakan publik AS dapat mengharapkan Presiden membawa pulang lebih banyak perjanjian yang bermanfaat bagi negara. Berdasarkan jadwal, upacara penyambutan resmi dan pembicaraan bilateral direncanakan berlangsung pada pagi hari 14 Mei.
Sejumlah isu disebut menjadi agenda utama pertemuan pemimpin kedua negara. Di antaranya adalah upaya untuk mengakhiri perang di Iran, serta pembahasan kemungkinan perpanjangan perjanjian gencatan senjata perdagangan yang dicapai tahun lalu. Seorang pejabat AS mengatakan kedua pihak menginginkan stabilitas, namun belum jelas apakah perjanjian tersebut akan diperpanjang selama kunjungan ini atau pada kesempatan lain.
Topik lain yang turut dibahas mencakup usulan pembentukan komite perdagangan untuk mengidentifikasi bidang-bidang yang saling menguntungkan, seperti pengadaan produk pertanian dan pesawat terbang. Selain itu, persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pasokan mineral penting juga termasuk dalam daftar isu yang akan menjadi pembahasan.
Para pengamat menilai rangkaian pertemuan ini sebagai langkah penting untuk meredakan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia, di tengah lanskap geopolitik yang kompleks.