BERITA TERKINI
Quectel Gugat Pentagon Usai Masuk Daftar Perusahaan yang Dituding Bantu Militer China

Quectel Gugat Pentagon Usai Masuk Daftar Perusahaan yang Dituding Bantu Militer China

Produsen perangkat nirkabel asal China, Quectel Wireless Solutions, menggugat Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada Senin (11/5/2026) terkait pencantumannya dalam daftar perusahaan yang dituding membantu militer Beijing.

Pentagon pada Januari memasukkan Quectel ke dalam daftar perusahaan yang disebut bekerja sama dengan militer China. Quectel membantah tuduhan tersebut dan menyatakan keputusan itu menimbulkan kerugian ekonomi yang serius bagi perusahaan.

Dalam dokumen gugatan, Quectel menegaskan tidak pernah mendukung militer China maupun basis industri pertahanan negara tersebut dalam bentuk apa pun. Perusahaan juga menyatakan teknologi yang dirancang dan diproduksinya bersifat sipil dan digunakan oleh individu serta perusahaan di berbagai negara.

Gugatan diajukan ke Pengadilan Distrik AS di Washington. Quectel menjelaskan produknya mencakup perangkat seperti modul seluler dan antena yang digunakan, antara lain, dalam sistem infotainment kendaraan serta beragam perangkat elektronik pintar lain yang terhubung ke internet.

Hingga berita ini ditulis, Pentagon belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Pencantuman dalam daftar Pentagon dapat menghambat akses perusahaan terhadap kontrak, hibah, dan program tertentu dari pemerintah AS. Di sisi lain, pemerintahan Presiden Donald Trump juga disebut terus memperluas pengetatan terhadap sektor teknologi China dan tengah mempertimbangkan pelarangan beberapa peralatan China yang saat ini masih diizinkan untuk dijual di AS.

Quectel menyatakan dampak pencantuman itu sudah mulai terasa. Pada Maret, pengacara Quectel mengirim surat kepada Pentagon yang menyebut salah satu pemasok utama perusahaan yang berbasis di AS menyatakan kekhawatiran atas status Quectel dalam daftar tersebut dan memutuskan mengakhiri hubungan bisnis.

Menurut Quectel, gangguan tersebut berpotensi menimbulkan kehilangan pendapatan yang signifikan bagi perusahaan, sekaligus berdampak pada banyak pemasok dan produsen hilir di industri otomotif Amerika Serikat.

Kasus Quectel menambah daftar perusahaan China yang menempuh jalur hukum untuk meminta pencabutan dari daftar Pentagon. Produsen chip memori flash terbesar China, Yangtze Memory Technologies, menggugat pada Desember atas pencantumannya dalam daftar tersebut.

Sementara itu, pada September, Hakim Pengadilan Distrik AS Paul Friedman menolak permohonan perusahaan drone asal China, DJI, untuk dikeluarkan dari daftar Departemen Pertahanan AS. Pada Juli, Friedman juga memutuskan memenangkan pemerintah AS dalam sengketa yang melibatkan produsen lidar asal China, Hesai Group, yang menggugat keputusan AS memasukkannya dalam daftar Pentagon.