BERITA TERKINI
CEO Aramco: Pasar Energi Global Masih Tertekan, Pemulihan Diperkirakan Lambat

CEO Aramco: Pasar Energi Global Masih Tertekan, Pemulihan Diperkirakan Lambat

Riyadh — CEO Saudi Aramco Amin Nasser memperingatkan bahwa pasar energi global masih berada di bawah tekanan besar dan pemulihannya diperkirakan berjalan lambat. Ia menyebut dunia telah kehilangan sekitar 1 miliar barel minyak dalam dua bulan terakhir, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Selasa, 12 Mei 2026.

Menurut Nasser, kondisi tersebut membuat pasar energi memerlukan waktu untuk kembali stabil, meski distribusi minyak nantinya kembali berjalan normal. Ia menilai sistem energi global saat ini berada dalam tekanan yang signifikan, sehingga pembukaan kembali jalur distribusi tidak otomatis memulihkan keseimbangan pasar.

Nasser menegaskan fokus utama Aramco adalah menjaga aliran pasokan energi tetap berjalan di tengah situasi global yang tidak menentu. Gangguan pasokan terjadi setelah adanya blokade Iran di Selat Hormuz yang menghambat aktivitas pengiriman minyak internasional.

Situasi itu turut mendorong kenaikan harga energi global seiring meningkatnya ketegangan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Nasser menekankan, dibukanya kembali jalur pelayaran tidak serta-merta menormalkan pasar energi yang telah kehilangan pasokan dalam jumlah besar.

“Kami memiliki tujuan sederhana: menjaga aliran energi tetap berjalan bahkan ketika sistem berada di bawah tekanan,” kata Nasser. “Membuka kembali jalur pelayaran tidak sama dengan menormalkan pasar yang telah kehilangan sekitar satu miliar barel minyak,” lanjutnya.

Ia menilai hilangnya sekitar 1 miliar barel minyak berdampak besar terhadap keseimbangan pasar global. Dalam pernyataannya, Nasser juga menyoroti rendahnya cadangan minyak dunia saat ini.

Nasser menambahkan, kurangnya investasi di sektor energi selama bertahun-tahun turut memperburuk tekanan terhadap pasokan global. Untuk menjaga distribusi, Aramco menggunakan East-West Pipeline guna menghindari Selat Hormuz dan mengirim minyak mentah menuju Laut Merah.