Maskapai berbiaya rendah asal Vietnam, Vietjet, mengumumkan serangkaian kemitraan strategis bernilai lebih dari US$6,1 miliar dalam ajang Singapore Airshow 2026. Kesepakatan ini mencakup pembiayaan serta teknologi mesin pesawat, yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang di kawasan Asia-Pasifik, termasuk memperkuat konektivitas ke pasar strategis seperti Indonesia.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Vietnam International Financial Centre (VIFC) meluncurkan Asia-Pacific Aviation Financial Hub (AAFH) di Ho Chi Minh City. Vietjet hadir sebagai mitra strategis utama dalam platform yang dirancang untuk mendukung sewa guna usaha dan investasi infrastruktur penerbangan di kawasan.
Peluncuran AAFH didorong oleh komitmen pembiayaan awal senilai lebih dari US$6,1 miliar. Nilai ini mencakup kesepakatan pemeliharaan mesin dengan Pratt & Whitney serta kemitraan pembiayaan pesawat dengan perusahaan manajemen aset asal Amerika Serikat, PIMCO.
Chairman VIFC-HCM, Truong Minh Huy Vu, mengatakan peluncuran AAFH menjadi langkah penting dalam menghubungkan aliran modal secara langsung dengan ekonomi riil.
Di sisi operasional, Vietjet juga mengonfirmasi kesepakatan dengan Pratt & Whitney untuk pengadaan mesin bagi 44 pesawat keluarga Airbus A320neo, yang terdiri dari 24 unit A321neo dan 20 unit A321XLR. Dengan tambahan ini, total pesanan pesawat bermesin GTF milik Vietjet meningkat menjadi 137 unit.
Vietjet memilih mesin GTF dengan pertimbangan efisiensi dan aspek lingkungan. Mesin ini disebut mampu menghemat bahan bakar hingga 20%, mengurangi kebisingan hingga 75%, serta mendukung target keberlanjutan di sektor penerbangan.
Pengiriman armada baru tersebut dijadwalkan mulai Juli 2026. Vietjet menilai langkah ini akan memperkuat jaringan rute internasionalnya seiring proyeksi Asia-Pasifik sebagai pasar penerbangan terbesar di dunia.

