Sejumlah video yang direkayasa menampilkan aktor-aktor Hollywood dilaporkan digunakan untuk menyiarkan pidato bernada pro-Kremlin dengan sasaran para pemimpin Eropa. Materi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya disinformasi yang diarahkan ke Eropa dan Ukraina.
Para peneliti yang menelusuri kemunculan dan penyebaran video-video itu menyatakan kampanye tersebut bersifat terkoordinasi. Temuan ini menambah daftar kasus penggunaan konten palsu yang memanfaatkan figur publik untuk meningkatkan daya tarik dan jangkauan pesan politik.
Dalam laporan itu, video-video yang dimanipulasi digambarkan sebagai upaya membangun narasi tertentu melalui tokoh terkenal, sehingga pesan yang disampaikan tampak lebih meyakinkan bagi sebagian audiens. Target yang disebutkan mencakup pemimpin-pemimpin Eropa, dengan konteks yang juga terkait situasi di Ukraina.

