BERITA TERKINI
Uni Eropa Sepakati Sanksi Ke-16 untuk Rusia, Termasuk Larangan Impor Aluminium

Uni Eropa Sepakati Sanksi Ke-16 untuk Rusia, Termasuk Larangan Impor Aluminium

Brussels — Negara-negara anggota Uni Eropa pada Rabu, 19 Februari 2025, menyepakati paket sanksi baru terhadap Rusia, menurut para diplomat. Kesepakatan ini tercapai setelah Amerika Serikat dan Rusia menggelar perundingan terkait konflik Ukraina di Arab Saudi, tanpa melibatkan Kyiv maupun negara-negara Eropa.

Paket sanksi yang disebut sebagai putaran ke-16 itu mencakup larangan impor aluminium dari Rusia. Langkah tersebut dijadwalkan akan diadopsi secara resmi oleh para menteri luar negeri Uni Eropa pada Senin mendatang, bertepatan dengan peringatan tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina.

Selain sektor aluminium, Uni Eropa juga menargetkan apa yang disebut sebagai “armada bayangan” yang digunakan Rusia untuk menghindari pembatasan ekspor minyak. Dalam paket terbaru ini, 73 kapal tua akan dimasukkan ke dalam daftar hitam.

Uni Eropa juga berencana memutus sambungan 13 bank Rusia tambahan dari sistem pembayaran global SWIFT, serta melarang delapan media Rusia untuk melakukan penyiaran di wilayah Eropa.

Kesepakatan sanksi ini muncul di tengah dinamika diplomasi terbaru setelah Presiden AS Donald Trump memulai dialog langsung dengan Moskow untuk mengakhiri perang di Ukraina. Pejabat tinggi AS dan negosiator Rusia diketahui menggelar pertemuan pertama di Arab Saudi pada Selasa untuk membuka jalan menuju kesepakatan terkait perang tersebut.

Sejumlah negara Eropa berupaya menyuarakan posisi mereka karena khawatir kesepakatan yang dinilai buruk dapat memungkinkan Moskow mengklaim kemenangan. Di sisi lain, AS menyatakan Uni Eropa pada akhirnya perlu berperan dalam perundingan, mengingat sanksi yang telah dijatuhkan blok tersebut terhadap Rusia.