BERITA TERKINI
Uni Eropa Sepakati Pinjaman untuk Ukraina, Opsi Pakai Aset Rusia yang Dibekukan Belum Jadi Pilihan Utama

Uni Eropa Sepakati Pinjaman untuk Ukraina, Opsi Pakai Aset Rusia yang Dibekukan Belum Jadi Pilihan Utama

Uni Eropa (UE) menyepakati pemberian pinjaman besar kepada Ukraina, di tengah perdebatan internal mengenai kemungkinan menggunakan aset Rusia yang dibekukan. Sejumlah pihak menilai opsi penggunaan aset tersebut sarat risiko dan memunculkan banyak pertanyaan. Salah satu pernyataan menggambarkan situasi itu sebagai sesuatu yang “sangat berisiko, sangat berbahaya” dan diibaratkan seperti “kapal yang tenggelam, seperti Titanic”.

Kanselir Jerman Friedrich Merz disebut mendorong kuat rencana penggunaan aset Rusia yang dibekukan. Meski demikian, ia menilai keputusan akhir terkait skema pinjaman tetap mengirimkan sinyal yang jelas kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan Ukraina baru perlu membayar kembali pinjaman tersebut setelah Moskow membayar ganti rugi atas kerusakan yang telah ditimbulkannya.

Dalam prosesnya, penggunaan utang bersama di tingkat UE membutuhkan keputusan bulat dari 27 negara anggota. Untuk mencegah kebuntuan, beberapa negara yang bersikap skeptis—termasuk Hongaria, Slovakia, dan Republik Ceko—diberikan pengecualian dari komitmen tersebut.

UE memperkirakan Ukraina membutuhkan tambahan 135 miliar euro agar dapat bertahan selama dua tahun ke depan. Krisis keuangan disebut diperkirakan mulai muncul pada April.

Di awal pertemuan puncak para pemimpin UE pada Kamis, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kembali menegaskan bahwa penggunaan aset Rusia yang dibekukan merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, aset tersebut semestinya dipakai untuk mendukung pertahanan Ukraina dari agresi Rusia sekaligus membangun kembali kerusakan akibat serangan.

“Aset Rusia harus digunakan untuk membela diri dari agresi Rusia dan membangun kembali apa yang telah dihancurkan oleh serangan Rusia. Ini bermoral. Ini adil. Ini legal,” kata Zelensky.